By | 28 November 2019

patron.id – Serang, Zuristyo Firmadata Politisi Partai Nasdem Pertanyakan soal dugaan pungutan liar yang menjerat sejumlah warga di Kabupaten Serang, pasalnya warga setempat harus merogoh kocek 10 sampai 30 Juta untuk masuk kerja di salah satu Pabrik di Kabupaten Serang.

Ia memaparkan terkait banyaknya masyarakat yang melamar sebagai calon tenaga kerja diwajibkan merogok kocek terlebih dahulu agar diteri oleh tempat kerja yang dilamarnya.

“Banyak tenaga kerja yang masuk, dipungut biaya di depan. Untuk menjadi security saja harus bayar 30 juta, bayangkan saja kalau dikalikan dengan jumlah pekerja bisa sampai 1 triliun,” tegas Zulistyo di Depan Dirut PT.Modern Industrial Estate, Pemerintahan Provinsi Banten, dan Kementerian Perindustrian saat kunjungan kerja ke Kawasan Industri Modern Cikande Kabupaten Serang Pada, Kamis (28/11/209).

Baca Juga:  Masyarakat Sesalkan Pembiaran Jembatan ambrol di Cileles Kabupaten Lebak

Politikus asal Bangka Belitung tersebut, mendesak Pemerintah Provinsi Banten serta para investor memastikan keberadaan pabrik pabrik di Kabupaten Serang Bagian barat tersebut harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar bukan malah sebaliknya.

“Dengan kondisi Upah minimum Regional di sini, apakah orang orang tidak terjepit? Karena keberadaannya di Provinsi Banten maka bapak yang dari Pemerintahan Daerah harus memperhatikan dan diputus mata rantai seperti itu” tegasnya.

Ia juga menegaskan agar memilih Calon Pekerja dengan baik gara tidak terbebani.

“Kebetulan disini ada direktur agar memasukan pekerja yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik, kalau mereka di awal sudah terbebani bagaimana mau bekerja dengan baik,” ungkapnya. [Red/Aim]

Bagikan: