By | 5 Maret 2020

patron.id – Tangerang Selatan, Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Bidang Media Massa, Hukum dan Hubungan Masyarakat yang melibatkan aparatur kelurahan dan desa tentang Literasi Informasi pada agenda Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia (Ngopi Coi) yang berlangsun di salah satu hotel di Tangerang Selatan, mantan ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengharapkan berbagai elemen masyarakat yang hadir pada kegiatan tersebut ikut andil dalam menangkal paham radikalisme dan hoax yang beredar di media massa.

“Saya minta tolong kepada masyarakat, mahasiswa dan para wartawan yang hadir agar membantu menangkal radikalisme dan hoax yang menyebar luas melalui media massa,” ucapnya pada Kamis, (5/3/2020).

Ia menambahkan, akun sosial media maupun media online yang menyebarkan berita bohong tidak sesuai fakta, menurutnya akun pengunggah tersebut dapat dilumpuhkan dan dikenakan sanksi.

“Kalau dilaporkan ditakedown, atau akunnya ditutup oleh kominfo. Itu ga boleh, medianya bisa dilaporkan kepada polisi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jokowi-Ma'ruf Kampanye Perdana di Banten

Lebih lanjut, disinggung soal peran getkeeper pada kebanyakan media massa saat ini, Ketua Dewan Pers periode 2016-2019 yang kini Anggota Dewan Pers dari unsur tokoh masyarakat yang biasa dipanggil Stanley tersebut juga Mantan Wakil Ketua dan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2007-2012 mengungkapkan, peran editor pada media, dewasa ini sudah tidak digunakan lagi.

“Saya tidak menyepakati, karena sebaiknya pers itu didalam kerjanya ada waterfall responsibility, penanggungjawab yang punya jam terbang paling tinggi yang mengerti pemahaman secara etik,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pada kegiatan tersebut juga melibatkan Aparatur Kelurahan dan Desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Daerah Militer Banten, Bintara Pembinaan Masyarakat (Babinmas), Kepolisian Daerah Banten, Pegiat Media, dan juga Mahasiswa.[Red/Setiadi]

Bagikan: