By | 22 April 2020

patron.id – Cilegon, Puluhan wartawan Kota Cilegon menggelar aksi solidiritas terkait adanya insiden intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah warga terhadap 2 Insan pers yang tengah meliput warga miskin asal Kota Serang, pada Rabu (22/4/2020).

Dalam askinya puluhan wartawan yang terdiri dari media cetak dan elektronik berkumpul sekitar pukul 15.30 wib di Land Mark simpang tiga Cilegon. Para awak media itu sambil membawa kertas karton bertuliskan kecaman terhadap sejumlah pihak yang telah meng- intimidasi tugas jurnalis di lapangan.

Koordintor aksi Sobar Rohmat- Banten Pos, menyayangkan para pihak melakukan intimidasi sehingga menghalangi tugas pada peliputan, Intimidasi  terhadap  wartawan itu terjadi di Kota Serang saat meliput seorang warga yang sudah dua hari tidak bisa makan yakni keluarga Yuli. Kedua wartawan yang mengalami intimidasi itu Hasemi Rafsanjani- Kabar Banten dan Dinar, wartawan pojoksatu.id

perlakuan intimidatif  tersebut dilakukan oknum warga yang mengaku sebagai saudara Yuli dan mengaku suruhan dari salah satu partai politik yang meminta untuk menghapus baik video maupun foto hasil peliputan.

“Tindakan onum warga dan pengurus parati politik dengan melakukan intimdasi kepada wartawan jelas merupakan pelanggaran Undang undang Pokok Pers tahun 1999. Sudah menghalangi tugas jurnalistik dan tindakannya mengarah premanisme,” Ungkap Sobar Rohmat.

“Jikapun ada pihak yang merasa tidak puas dan merasa dirugikan dengan hasil karya jurnalistik maka masyarakat bisa menggunakan hak jawab dan keberatan serta sanggahan, silahkan saja samapaikan keberatan dengan hasail karya jurnalistik. Janganlah melakukan  intimidasi. Apalagi mereka mengaku sebagai saudara dan orang partai,” Imbuhnya.

Baca Juga:  Compang Camping Bantuan Tunai: Disunat dan Tak Tepat Sasaran

Senada diungkapkan korlap aksi lainnya Himawan Sutanto atau yang biasa disapa Jeo- Kabar Banten. Dia mengatakan, intimidasi tersebut adalah sebuah bentuk kejahatan yang sangat bertentangan dengan undang undang. Maka dari itu, apapun bentuknya intimidasi harus dilawan bersama.

“Kami mendesak aparat keamanan agar intimidasi terhadap pers diusut sampai tuntas. Aparat wajib harus melindungi kerja jurnalis dan wajib memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat,” ungkap Jeo.

Sementara itu, aksi solidaritas wartawan mendapat perhatian dari berbagai elemen mahasiswa. Bahkan mereka siap melawan aksi kekerasan terhadap jurnalis.

Seperti halnya yang ditegaskan Ketua PC PMII Cilegon Edi Junaedi menyatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan seluruh jurnalis di Kota Cilegon dan akan melawan tindakan intimidasi terhadap pekerja media.

Edi menegaskan siap bersinergi dengan rekan-rekan jurnalis. Karena tugas mereka adalah pewarta bukan pembawa petaka.

“Pihak keamanan pun harus ikut mengamankan kerja-kerja Jurnalistik,  Karena Jurnalis berhak mendapatkan informasi atas sebuah peristiwa. Jika benar adanya oknum yang menghalangi peliputan, maka pihak kepolisian harus mengusut tuntas,” pungkasnya. [Red/Hendra]

Bagikan: