By | 22 Agustus 2020

patron.idSerang, Ajaran menyimpang dan sesat kembali muncul di Banten, kali ini di Kampung Domas Desa Domas Kecamatan Pontang Kabupaten Serang. Kelompok radikal ini telah meresahkan warga lantaran mengajarkan ajaran menyimpang.

Asmarudin Ketua RT 09 Kp Domas

Ketua RT 09 RW 03 Kp. Domas Asmarudin membenarkan adanya pengajian pimpinan Lukman Nulhakim atau biasa disapa Abah Luki yang dilakukan di lingkungannya dan dianggap menyimpang.

“Iya betul, cuma yang saya dengar baru-baru ini karena sebelumnya kurang jelas. Baru tahu adanya penyimpangan pengajian yang dilakukan Pak Riswan (warga Domas) ini, di lingkungan saya ini,” kata Asmarudin, kepada patron.id, usai acara diskusi publik terkait Pencegahan Paham Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme. Pada Sabtu (22/8/2020).

Menurutnya, sudah 3 kali menerima aduan warga terkait pengajian pimpinan Abah Luki. Aduan warga yakni berupa pembaiatan (janji) bagi anggota baru dengan mengucapkan kalimat syahadat, dan disebut kafir jika keluar dari kelompok pengajian tersebut. Kemudian haram bagi yang melakukan salam hormat pada bendera merah putih.

“Sudah tiga kali yang saya terima aduan. Dengar-dengar dari anak muda itu masalah pengajian itu contohnya pengajian terselubung gitu. Tapi apa yang dikaji juga saya belum jelas,” ujar dia.

Ia menyebutkan terdapat 5 orang warga mengikuti pengajian pimpinan Abah Luki yang biasa dilakukan seminggu sekali pada malam hari. Bahkan ia pernah menegur kepada warga agar berhenti mengikuti pengajian Abah Luki.

Baca Juga:  IKAMABA Gelar Minggu Ceria Bersama Pelajar di Baros

“Kalau ngasih peringatan sih iya, terutama sama anak-anak muda sekarang ini. Harus waspada karena sekarang zamannya sudah begini apalagi soal mengajak yang bersangkutan dengan agama, coba diwaspadai dulu dipikir-pikir dulu, jangan terbawa arus yang tidak pasti,” ungkapnya.

Ukon Hidayat Kepala Desa Domas

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Domas Ukon Hidayat mengakui adanya aduan warga perihal pengajian pimpinan Abah Luki bahkan adik iparnya sempat terpapar.

“Ini sudah 10 tahun lebih kayaknya. Namum sempat berhenti. Dan sekarang mulai lagi bahkan ruang lingkupnya lebih luas, pengikutnya juga nambah lagi 6 orang,” kata Ukon saat ditemui di ruang kerjanya.

Maka melalui diskusi publik dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten, pihaknya bisa membantu menghilangkan keresahan dan meredam konflik antar warga Kp. Domas terkait pengajian pimpinan Abah Luki yang sudah lama berlangsung.

“Kalau saya sendiri susah. Sudah klarifikasi sudah meminta dan sudah berjanji tapi tetap melakukan lagi. Mudah-mudahan dengan cara seperti ini kegiatan diskusi ini bisa memberikan efek jera kepada pengikut dan terutama guru besarnya itu Abah Luki,” tandasnya. [Red/Roy]

Bagikan: