By | 5 Februari 2020

patron.id – Serang, Keluarga Rahmat Andrian penderita kanker tulang di Kampung Cilowong Cigengge, RT 16, RW 07, Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, kecewa terkait berhentinya bantuan penanganan medis oleh Walikota Serang Syafrudin, Pada Rabu (05/01/2020).

Foto Walikota Serang saat menjanjikan kaki palsu dan bantuan penanganan medis, pada Senin (06/01/2020)

Pasalnya Pada Senin (06/01/2020) Walikota Serang menyambangi kediaman Rahmat dan menjanjikan seluruh kebutuhan transportasi ambulan. ketika Rahmat ingin melakukan pengobatan rutin di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, remaja yang terkena kanker tulang pada kakinya tersebut harus menerima bahwa bantuan medis yang semestinya berjalan kini terhenti begitu saja.

Kholidah Ibu Kandung Rahmat mengatakan bahwa pengobatan yang diberikan Walikota Serang sempat berjalan selama lima kali dengan bentuk transportasi mobil ambulan untuk mengantar berobat ke Rumah Sakit di Jakarta.

“Awalnya sih berjalan lancar gitu aja, anak saya dianterin sampai Jakarta pake ambulan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Taktakan. Namun, itu berjalan hanya lima kali aja, setelahnya katanya ga bisa nganter sampai ke Jakarta lagi,” Ungkapnya

Selain itu Ia juga menyampaikan keadaan Rahmat semakin memburuk, juga transportasi yang dijanjikan oleh Walikota Serang sudah tidak bisa mengantar berobat anaknya kembali.

Baca Juga:  Kajian Daring, Gusdurian Pandeglang: Memandang Islam Secara Objektif

“Iya kang anak saya ngeluh sakit aja, apa lagi sekarang semakin parah dan suka ngerasain sesak di dadanya dan lain-lain. Sekarang saya pake transportasi umum lagi, katanya ambulan Puskesmas ga bisa nganterin ke sana lagi, kata orang Puskesmasnya kalo ada yang sakit atau lahiran, ambulannya harus dipake karena cuma ada satu,” imbuhnya

Tidak menyerah pada keadaan Kholidah juga sempat menanyakan perihal tersebut kepada Kepala Puskesmas Kecamatan Taktakan, namun dari pihak Puskesmas menyarankan agar menghubungi Camat Taktakan terkait ambulan.

“Pernah saya tanyain sama kepala Puskesmas Taktakan, katanya suruh ke Pak Camat, pas saya tanya pak Camat tapi dibalikin lagi suruh ke Puskesmas lagi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintahan Kota (Pemkot) Serang juga menjanjikan akan memberikan kaki palsu yang sangat diinginkan oleh Rahmat, tetapi kaki palsu tersebut belum juga diberikan kepada anaknya.

“Anak saya juga nanyain aja itu kaki palsunya. Katanya nanti ada orang Dinsos yang mau ngukur kaki anak saya, tapi sampe sekarang belum ada aja.” Tegasnya [Red/Bahri]

Bagikan: