By | 7 Februari 2020

Oleh : sokratis simera

Siapa yang tidak kenal dengan virus corona? Sekarang ini sedang panas-panasnya membahas tentang virus corona, kehadirannya yang membuat banyak orang yang tercengang karena virus tersebut banyak memakan korban. Bahkan menurut bebrapa sumber yang dapat dipercaya virus corona menyebar luas sampai ke-13 negara, 132 orang meninggal, dan 4.515 orang positif terkena virus corona.

Hampir semua media saat ini sedang panas membahas virus corona, bahkan konon virus corona ini telah menyebar ke salah satu kota di Negara kita yaitu Bandung. Mungkin sebagian banyak orang kini menghindar dahulu dari kota Badung, karena cemas akan tertular corona. Virus corona kini menjadi momok yang menyeramkan untuk semua kalangan.

Semua orang mendadak pintar mengenai virus corona, gejalanya seperti apa dan bagaimana mencegahnya menjadi suatu keahlian yang dimiliki orang-orang saat ini. Seperti yang sudah kita tahu, gejala awal corona ini adalah seperti batuk, flu, demam, hingga sesak nafas, hal ini dikarenakan virus corona menyerang dan merusak jaringan di paru-paru sehingga terjadi pneumonia. Virus corona juga menyebar dari hewan liar seperti ular dan kelalawar, Namun virus ini ganjil bagi saya, dan menurut saya virus ini tidak semenyeramkan seperti pada berita-berita yang dikabarkan.

Virus corona ditemukan pada tahun 2019 bulan desember, dan di bulan desember juga virus corona menyebar di Cina dan menyebar ke Negara lain. Padahal virus ini sudah ada dari sejak tahun 2013 pertengahan juni yang ditemukan oleh seorang ahli virus yaitu Dr.Ali Mohamed Zaki atau biasa dipanggil Dr.Zaki, namun penemuannya ditolak oleh semua pihak termasuk pihak arab saudi.

Penemuan virus corona ini menyebabkan pihak arab saudi ketakutan akan mengurangi jumlah pengunjung umroh dan haji. Sehingga Dr.Zaki dipecat dari pekerjaannya dari rumah sakit karena tekanan dari kementrian kesehatan di Arab Saudi sehingga beliau kembali ke tanah kelahirannya di Mesir.


Namun kemunculan virus ini baru muncul kembali pada akhir tahun 2019 di Wuhan-Cina bukan berarti virus ini berasal dari Cina. Hanya saja orang-orang di Wuhan Cina biasa menkonsumsi kelalawar, hal ini sudah menjadi tradisi di Cina jika memakan sup kelalawar akan mendapat keberuntungan. Alih-alih mendapat keberuntungan malah mendapat kebuntungan bahkan menjadi hal yang menggegerkan saat ini.

Di Cina sendiri kini pembangun rumah sakit khusus untuk penderita virus corona telah selesai. Bukan hanya rumah sakit, bantuan tenaga medis dikerahkan ke Cina sekarang ini guna membantu menangani virus corona. Tapi mari kita berfikir jernih dan dingin, jangan langsung panik atau cemas karena virus corona ini. Dari jumlah korban 132 orang yang tewas bukan hanya semata-mata meninggal karena corona, tetapi banyak faktor, daya tahan tubuh, usia, juga penyakit lainnya.

Virus corona ditularkan melalui hewan-hewan liar seperti kelalawar dan ular, hewan tersebut sudah ada sejak lama bukan baru lahir atau hadir ditahun 2019. Saya menjadi bertanya “mengapa virusnya menjadi booming saat ini?”.

Baca Juga:  Jangan Remehkan Virus Corona !

Virus corona sudah ditemukan sejak lama, hanya saja baru muncul tahun 2019 kemarin. Jangan-jangan kemunculan virus ini sengaja untuk pengalihan isu dari perang dunia III? Atau mungkin kegagalan ilmuwan dalam meneliti dan uji coba?

Para ilmuwan atau para ahli menemukan sebuah virus atau bakteri melalui uji coba laboratorium, sebelumnya dikatakan bahwa penemu virus corona adalah Dr.zaki namun penemuannya seakan ditutupi karena saking menyeramkannya virus ini.

Mungkin setelah Dr.zaki menemukan virus ini ada pihak-pihak yang meneliti lebih jauh dan menguji pada manusia, dalam penelitian seperti ini pasti manusia sebagai objek dengan status sudah dibeli atau manusia itu menjual dirinya sendiri sebagai bahan uji coba (sample).

Mungkin saja, manusia (sample) yang sudah diberi virus ini merasa dirinya baik-baik saja dan dilepaskan oleh pihak peneliti. Padahal imun setiap manusia berbeda-beda sehingga mungkin saja menular terhadap manusia lain yang memiliki imun lemah pada saat itu, dan menyebarlah di daerah yang kebetulan di wuhan juga mendukung virus semakin kuat.
Menjaga pola hidup sehat adalah kunci pencegahan sekarang, namun banyak manusia sekarang yang merasa cemas dan takut akan terkena virus corona. Kecemasan dan ketakutan adalah salah satu faktor menurunnya imun manusia, sehingga virus akan semakin mudah masuk dan menyerang.

Karena pola hidup sehat bukan hanya dari pola makan atau tidur saja, bahkan dari pola pikir yang sehat adalah faktor utama imun seseorang itu kuat. virus corona ini tidak semembahayakan atau semenakutkan yang kita bayangkan, cegah dengan pola pikir sehat, dan gaya hidup sehat. Menularnya virus ini melalui kontak langsung seperti kulit, lendir(kontak mata, air liur, luka terbuka), namun bukan berarti kita jadi harus mengurung diri dirumah dan tidak berinteraksi.

Kita masih bisa berinteraksi dengan wajar, mengobrol, menyapa, tersenyum, dll. Jika merasa memiliki gejala flu seperti demam, batuk, bersin jangan langsung neting terkena corona. Santai dan relax periksa ke dokter dan berfikir jernih, jika terkena corona yah muasalnya dari mana? Memang habis ngapain? Makan apa? Jika faktor-faktornya saja tidak kamu lakukan, berarti itu hanya flu biasa.

Jangan mudah cemas atau langsung percaya pada berita tentang corona saat ini, bahkan berita hoax yang mengatakan kalau “virus corona menyebar memalui hp xiomi”.

Haduh,,, tidak ada hubungannya sama sekali. Dan jangan sampai kita saat ini jadi anti Cina karena takut terkena virus corona. Inget dulu juga kita punya virus flu burung yang lebih menyeramkan dari corona. Jadi, selow aja yah, cegah sebisa mungkin bukan berarti jadi ansos.

Masih banyak virus yang lebih menyeramkan dari corona, yaitu HIV. Bahkan sampai saat ini belum ditemukan obat HIV, corona masih bisa kita cegah dengan tidak cemas dan memiliki pola pikir sehat, pola makan baik, juga pola hidup bersih.

Bagaimana tanggapan kerabat patron.id yang budiman? Mari ditelisik ulang, mari didekontruksi kembali ada apa dibalik virus corona?

Bagikan: