By | 16 September 2020

Gunung Lawu merupakan gunung api istirahat yang sudah lama tidak aktif. Dengan ketinggian 3.265 mdpl, Gunung Lawu memiliki 3 puncak yaitu puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah, yang merupakan puncak tertinggi.

Dikenal sebagai gunung keramat, Gunung Lawu sangat popular di kalangan para peziarah dan pelaku spiritual. Oleh karena itu setiap malam 1 suro banyak orang berziarah dengan mendaki hingga ke puncak.

Gunung Lawu berada di antara tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan. Gunung Lawu masuk di dalam daftar 10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur.

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu merupakan jalur yang sering dilewati oleh pendaki maupun peziarah karena waktu pendakian yang relatif singkat. Adanya warung di Pos 1 dan di Puncak Hargo Dalem, menjadi keuntungan bagi para pendaki karena tidak perlu membawa banyak logistik.

Trek di jalur pendakian via Cemoro Sewu berupa tanjakan berbatu. Medan pendakian hampir tak jauh beda dengan pendakian Gunung Arjuno via Tretes. Rute pendakian akan melewati 5 pos sebelum menuju ke puncak gunung Lawu.

Basecamp – Pos 1

Dari basecamp, pendakian Gunung Lawu masih landai dengan jalur makadam yang rapi. Vegetasi menuju Pos 1 juga belum terlalu rapat karena belum benar-benar masuk hutan.

Pos 1 ditandai dengan beberapa bangunan di kanan dan kiri berupa warung kecil yang bisa digunakan untuk istirahat, sekaligus shelter.

Pos 1 – Pos 2

Selepas Pos 1, jalur pendakian Gunung Lawu ke pos 2 mulai memasuki hutan. Jalan menanjak dan melelahkan dengan trek berbatu akan membuat kaki semakin pegal. Pos 2 ditandai dengan sebuah shelter di sisi tebing dan lokasinya cukup luas.

Baca Juga:  Senja di Parkiran Unsera

Pos 2 – Pos 3

Dari Pos 2 ke Pos 3, trek pendakiannya relatif sama, berupa bebatuan besar dan menanjak.

Pos 3 – Pos 4

Jalur pendakiannya masih dengan bebatuan besar dan menanjak, yang membedakannya adalah kalian akan melalui jalur yang berliku dengan bebatuan besar. Mendekati Pos 4, jalur mulai terbuka. Pos 4 tidak seperti pos yang lain. Hanya ada tanda berisi keterangan bahwa disitulah pos 4.

Pos 4 – 5

Di pos ini jalur mulai terbuka dan berbeda dengan pos-pos lainnya. Sesampainya di pos 5 terdapat warung bagi yang ingin makan atau sekedar menyantap gorengan plus

akan disuguhkan pemandangan yang luar biasa indah.

Pos 5 – Puncak

Dari pos 5 ke Sendang Drajat, jalan sudah datar dan sedikit menurun. Lokasinya tidak terpaut jauh dengan Warung fenomenal di Gunung Lawu, yaitu “Warung Mbok Yem” bagi yang ingin menyantap pecel legendaris dari warung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3150 mdpl yang sangat terkenal dikalangan para pendaki.

Menuju Puncak Lawu tidak membutuhkan waktu banyak, sekitar 20-30 menit saja. Serta kalian akan menemukan sumber air yang terkenal akan keramat yang bernama “Sendang Drajat”.

Selepas sampai dipuncak, kalian bisa menuju Argo Dalem atau warung Mbok Yem yang sudah terkenal di kalangan pendaki. Warung Mbok Yem juga menyediakan tempat bermalam bagi pendaki yang tidak membawa tenda, dengan tempat yang lumayan luas untuk sekitar 30’an orang.

Jika cuaca bagus, lautan awan Gunung Lawu sangat menawan saat sunrise. Menikmati lautan awan yang menawan tidak perlu ke Puncak Hargo Dumilah, karena Hargo Dalem tidak kalah menakjubkan.

Bagikan: