By | 21 April 2020

Oleh : Susi Sujayanti

Dewasa ini penyerbaran Kasus covid-19 di Indonesia semakin massif pasalnya diketahui kasus ini bermula ditemukan di Depok dan hanya dua kasus, hal ini menunjukan betapa cepatnya penyebaran coronavirus disease (covid-19) ini.

Sementara kesadaran Masyarakat untuk patuh terhadap himbauan yang sudah dibuat oleh pemerintah masih sangat minim, mobilisasi masyarakat masih belum bisa dikontrol dengan baik, meski sudah dilakukannya program pembatasan wilayah yang disebut dengan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), bahkan himbauan untuk karantina mandiri setelah berkunjung mengunjungi zona merah masih diabaikan bahkan dianggap berlebihan.

Usut punya usut penularan virus corona ini bisa terjadi dengan penularan langsung melalui droplet atau percikan cairan dari penderita saat batuk, bersin dan juga saat berbicara, hal ini lah yang mendasari adanya himbauan untuk kita melakukan physical distancing, selain itu juga ada penularan tidak langsung ketika virus ini menempel pada benda seperti logam, plastik dan lain sebagainya.

Hal itulah yang membuat pentingnya di rumah saja, jika diibaratkan dalam peperangan maka kita sebagai masyarakat adalah prajurit yang ada di garis paling depan untuk mengalahkan musuh, dalam hal ini memutus mata rantai penyebaran covid-19. Sedangkan tim medis bisa diibaratkan super heronya atau jagoannya sebagai benteng pertahanan terakhir untuk memenangkan peperangan ini.

oleh karena itu kita sebagai masyarakat seyogyanya harus berupaya keras dan bersinergis untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona agar tidak sampai pada benteng pertahanan terakhir.

Musuh kita saat ini adalah virus, makhluk Tuhan yang sangat kecil dan tidak bisa kita lihat secara kasat mata, kita tidak pernah tahu virus itu ada dimana, menempel dimana dan dibawa oleh Siapa, oleh karena itulah sangat penting untuk di rumah saja, konsumsi gizi seimbang, Istirahat yang cukup, Olah raga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, physical distancing dan menggunakan masker saat memang terpaksa untuk keluar rumah.

Baca Juga:  Tanggapi Sistem Ekonomi di tengah Pandemi Covid-19, RSF Adakan BO

Jika kita di garda terdepan mampu memutus penyebaran virus corona maka dapat dipastikan bahwa kita akan memenangkan peperangan ini tanpa harus membuat tim medis bekerja lebih keras, kita tahu bahwa beberapa di antara mereka (tim medis) sudah berguguran dan hal ini sungguh sangat memilukan, bagaimana tidak, untuk menjadi dokter, perawat, bidan dan lainnya butuh waktu bertahun-tahun, sementara mereka berguguran hanya dalam selang beberapa hari saja.

Pasien terus bertambah sementara tim medis berkurang, jika kita sebagai masyarakat tetap menganggap ini hal sepele maka hanya tinggal menunggu waktu dimana semuanya terasa semakin sulit.

Penulis menilai kurangnya kesadaran masyarakat ini disebabkan tidak memiliki rasa tangung jawab untuk memutus penyebaran virus ini, oleh karena itu penulis mengajak seluruh masyarakat, media khususnya mulai mengkapanyekan bahwa Kita adalah Garda Terdepan untuk memutus mata rantai penularan covid-19, hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tim medis, ataupun pemerintah, tapi setiap individu memiliki tanggung jawab yang sama dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona ini.

Mari bergandengan tangan bersama-sama kita lawan covid-19 untuk keselamtan diri kita, Keluarga, Indonesia dan Dunia dengan Polah hidup bersih dan sehat, ikuti himbauan pemerintah, sabar dan jangan lupa berdo’a untuk keselamatn kita semua.

Bagaimana tanggapan anda kerabat patron yang budiman? Silahkan bagikan apabila tulisan ini bermanfat bagi anda, apabila ada tambahan silahkan tulis di kolom komentar, ingatlah menyebarkan kebaikan, menyemai kemanfaatan lewat bacaan yang bermutu.

Penulis adalah aktifis perempuan pegiat social, Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Faletehan Banten, Pengurus Kopri PKC PMII Provinsi Banten

Bagikan: