By | 9 September 2020

patron.id – Serang, Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Serang, Banten, akan diberlakukan pada Kamis 10 September 2020, besok. Meski terkesan mendadak, Pemerintah Kota Serang tetap akan menerapkan PSBB. Hal ini diputuskan Pemkot Serang setelah menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Serang, Pada Rabu (9/9/2020).

“Semua sudah sepakat bahwa pemberlakuan PSBB di Kota Serang ini pada tanggal 10 sampai 24 September ini. Jadi 14 hari, kemudian nanti kita buat Kepwalnya (Keputusan Walikota) hari ini insya Allah selesai,” kata Walikota Serang Syafrudin kepada jurnalis patron.id di Puspemkot Serang.

Menurutnya, Kota Serang belum saatnya menerapkan PSBB dikarenakan jumlah kasus masih berada di angka 3,6 persen. Namun, karena adanya intruksi dari Gubernur Banten agar dilakukan PSBB, maka pihaknya mengikuti keputusan tersebut.

“Saya kira kalau mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020, itu kasusnya sudah di atas 50 persen, kita baru 3,6 persen. Jadi sebenarnya belum, akan tetapi ini kan intruksi keputusan gubernur harus kita hargai,” ujar dia.

Baca Juga:  PMII Kabupaten Serang Tegaskan Gerakan People Power Ganggu Keamanan Negara

Pemkot akan mendirikan beberapa titik tempat cek point atau tempat pemeriksaan suhu badan di pintu keluar masuk ibukota Provinsi Banten ini selama PSBB berlangsung.

“Cek point ini harus ada karena ini PSBB. Maksudnya cek point yang pertama adalah mengecek suhu badan bagi tamu-tamu kita dari luar, baik dari Jakarta maupun dari mana saja, yang masuk ke Kota Serang,” terangnya.

Kemudian, jika ditemukan masyarakat yang akan memasuki wilayah Kota Serang ini memiliki suhu badan di atas 37 derajat celcius maka akan diminta putar balik, dikembalikan ke daerah asal.

“Apabila pengendara dan isinya tidak memakai masker akan kita denda sesuai dengan sanksi,” tegas dia.

Jenis sanksi akan diberikan bagi mereka yang melanggar, yakni berupa sanksi sosial, sanksi teguran hingga sanksi denda sebesar Rp 100.000. Sesuai Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 30 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. [Red/Roy]

Bagikan: