By | 9 Januari 2020

Patron.id – Lebak, Banjir yang terjadi di sejumlah titik di Provinsi Banten, pada 1 Januari 2020 pekan lalu, menyebabkan 1060 rumah di enam Kecamatan yang berada di Kabupaten Lebak terendam banjir.

Peristiwa yang mengakibatkan kerusakan pada 1060 rumah tersebut diantaranya menyebabkan kerusakan berat pada 40 rumah di Kampung Seupang, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira. Setidaknya, 62 Kepala Keluarga (KK) mengungsi di dataran yang lebih tinggi.

Selain itu, dari total warga yang berada di posko pengungsian berjumlah 284 jiwa yang terdiri dari orang tua dan dewasa sejumlah 179, remaja 62 orang, balita 39, dan lima orang ibu hamil.

Aridin, selaku warga yang rumahnya turut hanyut terbawa arus sungai Ciberang tersebut mengatakan bahwa sangat tidak mungkin untuk menempati kembali rumahnya di kampung Seupang.

“Tidak mungkin, karena situasinya rawan banjir lagi seperti yang sekarang terjadi,” ujarnya Pad Kamis (09/01/2020).

Baca Juga:  Mencari Keadilan di Buku "Tak Seiman Tapi Sejalan"

Ia menambahkan, pasca banjir bandang, bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga adalah hunian sementara (huntara) sebelum masayarakat bisa membangun kembali rumahnya di lokasi berbeda.

“Yang paling dibutuhkan sekarang huntara, sampe punya huntap,” ucapnya.

Sementara itu, koordinator posko bencana Kampung Seupang, Wahibudin mengatakan, selain membutuhkan donasi untuk pembangunan huntara, masyarakat yang terdampak banjir tersebut juga membutuhkan perlengkapan memasak seperti kompor dan tabung gas.

“kebutuhan yang mendesak sekarang khususnya untuk warga, sementara butuh alat masak,” Ucapnya.

Disinggung soal hunian sementara yang dibutuhkan oleh warga terdampak banjir, Bubud, sapaan akrab koordinator berharap adanya donatur untuk membangun 40 petak huntara. Ia menuturkan, bagi para donatur yang hendak membantu bisa langsung datang ke posko Kampung Seupang, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.

“Paling penting 40, dan bisa hubungi saya,” Pungkasnya. [Red/Setiaadi]

Bagikan: