By | 7 April 2020

Oleh : Lilis

Kerabat patron yang budiman pada kesmpatan ini mari kita urai bagaimana Pemanfaatan Media Informasi Dan Lingkungan Masyarakat Sebagai Media Serta Sumber Pembelajaran Sosiologi.

Menurut hemat penulis Pendidikan seyogyanya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik agar menjadi berkembang. Karena Pendidikan yang baik bukan diukur berdasarkan sebagus apa kurikulum yang digunakan. Namun, pendidikan yang baik hanya akan tercipta apabila seluruh komponen pendukung untuk proses pendidikan sesuai dan tepat dengan apa yang menjadi kebutuhan peserta didik.

Kebutuhan peserta didik dalam proses pembelajaran sangatlah beragam. Hal ini disebabkan karena kemampuan yang dimiliki oleh setiap peserta didik satu dengan yang lain berbeda-beda. Tentu dengan adanya perbedaan ini menyebabkan guru sebagai fasilitator dan motivator dari proses pembelajaran harus menggunakan metode serta media yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.

Berkaitan denga hal tersebut, maka untuk memperlajari pelajaran sosiologi di kelas guru harus menggunakan metode, media serta sumber pembelajaran yang nantinya dapat diterima oleh semua siswa sehingga tujuan pembelajaran sosiologi menjadi tercapai.

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat. Dalam dunia pendidikan mata pelajaran sosiologi merupakan ilmu yang tidak bisa lepas dari perhatian. Mengapa demikian? Karena segala komponen kehidupan manusia tidak akan bisa lepas dari masyarakat.

Sebagai mana yang dikatakan Aris Toteles yang menyebut manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya.  Artinya manusia sangat membutuhkan ilmu sosiologi yang sangat penting keberadaannya di tengah-tengah masyarakat untuk memahami masyarakat itu sendiri.

Sosiologi pada umumnya membahas tentang segala bentuk tingkah laku manusia dalam bermasyarakat. Maka dengan demikian peserta didik dalam mempelajari tentang sosiologi tidak hanya berpacu pada apa yang disampaikan guru dan literatur buku yang ada di sekolah. Karena pada dasarnya guru hanya memberikan pengantar sedang buku hanya teori, maka untuk dapat memahami dengan betul apa itu sosiologi dibutuhkan media yang nyata yang dapat menggambarkan tentang masyarakat, apa sebenarnya masyarakat itu, apa yang dilakukan masyarakat dan apa yang terjadi di masyarakat?.

Media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai alat untuk mempelajari sosiologi bagi peserta didik adalah dengan menggunakan media informasi dan lingkungan masyarakat. Media informasi merupakan alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan informasi faktual kepada khalayak ramai (masyarakat).

Media informasi sendiri bisa dalam berbagai bentuk, entah itu media cetak seperti koran dan majalah, media informasi audio seperti radio, media informasi audio visual seperti berita di televisi maupun media berita online yang saat ini sudah banyak sekali keberadaan Nya dan mudah diakses.

Media selanjutnya yang dapat digunakan sebagai media dan sumber pembelajaran untuk pembelajaran sosiologi di sekolah yaitu media lingkungan masyarakat. Lingkungan masyarakat yang intinya merupakan segala bentuk gejala atau fenomena sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar yang dijadikan sebagai media maupun sumber pembelajaran.

Segala bentuk dan pola perilaku masyarakat dapat dijadikan sumber pembelajaran bagi peserta didik agar proses pembelajaran sosiologi menjadi lebih maksimal dan tujuan kognitif dapat tercapai, Lingkungan masyarakat dapat dijadikan sebagai laboratorium bagi mata pelajaran sosiologi yang memuat segala bentuk gejala dan bentuk pola perilaku manusia bermasyarakat.

Baca Juga:  Dinar dan Dirham : Dapatkah menjadi solusi krisis ekonomi Indonesia?

Pemanfaatan media pembelajaran media informasi / berita

Dalam prakteknya, pemanfaatan media informasi sebagai media pembelajaran sosiologi dapat dilakukan dengan cara guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk menganalisis suatu peristiwa di masyarakat yang dikaitkan dengan sosiologi.

Analisis kasus yang diperoleh dari media informasi (berita) baik itu media elektronik maupun cetak ini dapat dilakukan baik secara individu maupun kelompok yang dapat mengasah kemampuan berfikir, menganalisis, mengidentifikasi serta menggeneralisasikan suatu informasi tersebut yang tentunya dikaitkan dengan sosiologi.

Metode pembelajaran dengan menggunakan media informasi ini dapat dilakukan di jenjang SMA atau sederajat. Dengan media ini diharapkan peserta didik dapat memaksimalkan dirinya dalam mengaktualisasikan segala potensi dirinya sehingga pendidikan yang berorientasi pada peserta didik sebagai subjek pendidikan atau student center dapat terlaksana, dan guru menjadi fasilitator, motivator yang dapat mendorong berkembangnya potensi peserta didik  terutama di ranah kognitif.

Pemanfaatan media lingkungan masyarakat                             

Lingkungan masyarakat yang menjadi pusat utama sosiologi berjalan dapat dijadikan sebagai media maupun sumber pembelajaran bagi pembelajaran sosiologi. Hal ini dapat dilakukan baik di lingkungan masyarakat sekolah, lingkungan keluarga, maupun lingkungan Masyarakat luas.

Salah satu bentuk pemanfaatan media pembelajaran lingkungan masyarakat yang berkaitan dengan sosiologi adalah dengan dilakukan sebuah penelitian atau studi kasus yang terjadi pada masyarakat. Penelitian ini menjadikan lingkungan masyarakat sebagai pusat penelitian atau laboratorium terbuka yang dapat diteliti semaksimal mungkin oleh peserta didik.

Penelitian dilakukan baik dengan cara kualitatif yaitu menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi maupun dengan cara kuantitatif menggunakan angket atau kuesioner, observasi dan dokumentasi. Penelitian di lingkungan masyarakat yang berkaitan dengan sosiologi tentulah beragam dan tidak akan pernah ada habisnya karena masih yang dinamis dan selalu berubah-ubah.

Penelitian ini biasanya dilakukan baik oleh peserta didik jenjang SMA sederajat maupun mahasiswa dan akademisi. Dengan media lingkungan masyarakat sebagai media dan sumber pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengembangkan kemampuan kognitif maupun afektif dan psikomotorik sehingga kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dapat berkembang.

Penggunaan media dan sumber pembelajaran sangat penting bagi keberlangsungan proses pembelajaran yang baik. Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi karena proses pembelajaran yang cenderung monoton dengan metode ceramah tanpa adanya media dan sumber pembelajaran yang variatif cenderung kurang efektif untuk meningkatkan kemampuan peserta didik.

Baca Juga : http://shyampooja.com/pelajaran-jarak-jauh-tidak-akan-efektif-dan-kondusif/

Dibutuhkan media dan sumber pembelajaran yang menarik yang mampu menarik minat peserta didik dalam belajar sehingga peserta didik mampu mengembangkan kemampuan nya baik itu di ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Media dan sumber pembelajaran yang berbasis media informasi dan Lingkungan masyarakat menjadi salah satu media dan sumber pembelajaran alternatif yang dapat digunakan guru untuk menunjang proses pembelajaran dikelas sehingga tujuan dari proses pembelajaran dapat tercapai.

Bagaimana Tanggapan Anda Kerabat Patron yang budiman?

Lilis adalah seorang wanita kelahiran Kabuapaten Lebak, Provinsi Banten. Lahir Pada 2 September 1999. Saat ini ia sedang menempuh studi strara 1 (S-1) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Sosiologi. Ia  merupakan anggota aktif Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi (HIMADIKSIO) bidang Hubungan Antar Lembaga, anggota Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN) Untirta, dan kader Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) komisariat Untirta. Selain itu, penulis juga  meminati kajian seputar Gender, sosiologi, antropologi, hukum, politik, ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan isu-isu sosial. Penulis dapat dihubungi melalui email : [email protected]

Bagikan: