By | 19 September 2020

By: Socrates Simera

Dibawah langit dan bulan yang terusir
Sungging bibir tanpa permisi hadir
Tanpa pikir, jiwa mulai menjadi musafir
Mencari kasih yang tak hadir

Musafir pikir pergi pada masa itu,
Kita bertemu
Kita bercumbu dengan waktu
Kita cerita dalam satu buku

Kini aku mengadu pada-Mu
Aku merindu pada-Mu
Namun, juga pada makhluk-Mu itu
Bolehkah aku begitu?

Diri-Mu adalah maha Satu
Kita dicipta sebagai makhluk untuk bertemu
Ini takdirku,
Dari-Mu yang maha Tahu

Layakah aku meminta?
Karena aku makhluk lemah dan tak berdaya
Jika tidak, aku memohon pada-Mu
Angkat aku dari belenggu rindu

Baca Juga:  Jika

Aku tak pernah hadir dalam pikirnya
Namun pikirku selalu berdoa tentang dirinya
Inikah takdirku?
Bertemu tapi tak pernah bersatu

Sungguh hanya diri-Mu yang Maha tahu
Aku yakin diri-Mu tak akan menanam belenggu
Semua karena hamba yang dungu
Berikan petunjuk untuk hidupku

Inikah takdirku?
Diriku dan dirimu tak pernah satu
Kita hanya bertakdir temu
Dalam waktu yang terlupa olehmu.

Bagikan: