By | 18 Oktober 2019

patron.id – Tangerang selatan, Menjelang pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang Selatan 2020, nama-nama yang muncul sebagai bakal calon terus bermunculan. Hanya saja, dari begitu banyak nama yang beredar, wacana soal gagasan dan rencana program untuk Tangsel ke depan belum banyak dikemukakan oleh bakal calon.

Salah satu bakal calon wali kota yang mencoba intens untuk mendorong politik gagasan pada Pilkada Kota Tangsel 2020 adalah Suhendar, aktivis gerakan anti korupsi dan Dosen pengajar Hak Azasi Manusia (HAM) Universitas Pamulang.

“Menurut saya, wacana perlunya politik gagasan harus terus dibangun pada Pilkada mendatang agar kontestasi politik ini mampu menghasilkan kepemimpinan politik yang berkualitas dan akuntabel,” ungkapnya kepada awak media, pada Jum’at (18/10/2019).

“Apalagi kita memahami bahwa tekstur utama dari sebuah proses demokrasi adalah ruang kontestasi ide, gagasan, program, dan ideologi, bukan pasar transaksi jual-beli kepentingan individu dan kelompok-kekerabatan,”lanjutnya

Suhendar memaparkan lebih lanjut bahwa, Dengan begitu muncul semangat dan ide awal pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education) agar kontestasi politik dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur Masyarakat tentang pentingnya memilih Pemimpin yang benar sesuai nuraninya.

Baca Juga:  Sandi Suroso Menilai Penyebar Hoax di Tangsel Bukan Orang Biasa

“Saya percaya bahwa indikator keberhasilan pilkada tidak diletakkan semata-mata pada ukuran formal-prosedural, tetapi lebih kepada ukuran kualitatif dan substantif yang keduanya jelas memiliki beberapa perbedaan mendasar, Setidaknya ada tiga indikator keberhasilan pilkada diantaranya; (1) Ketika pilkada memberi ruang kebebasan bagi warga negara dalam mengekspresikan hak-hak dasarnya, (2) Ketika pilkada berlangsung melalui kompetisi yang fair, (3) Ketika pilkada menghasilkan kepemimpinan politik yang berkualitas dan memiliki akuntabilitas yang tinggi,”paparnya.

Lebih lanjut Suhendar menawarkan konsep Tangsel Baru,

“Tangsel ke depan akan menjadi sebuah kota multietnis-kultural yang toleran, sejahtera, dan adil, serta mengedepankan kualitas pelayanan publik, lengkap dengan semangat reformasi birokrasi maupun modernisasi manajemen pengelolaan kota yang didukung oleh sistem teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi ke semua sektor.”pungkasnya [Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *