By | 30 September 2019

patron.id – Jatinangor, Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Cabang Bandung Raya mengadakan kegiatan diskusi publik dengan tema Mengeja Persatuan, Merawat Komunikasi dan Merajut Harmoni, di Ruang Oemi Abdurahman, Gedung 1 Fikom Unpad, Jatinangor, pada Senin (30/9/2019).

Sesi Foto Bersama Pasca Kegiatan

Muhtar Ketua IMIKI Cabang Bandung Raya mengatakan bahwa, Kegiatan tersebut pada dasarnya untuk membangun kesadaran generasi milenial tentang menjaga persatuan dari sudut pandang komunikasi, sosiologi, kebijakan publik

“Kegiatan ini ingin memberikan gambaran tentang kondisi Persatuan Indonesia
yang seringkali mendapatkan ujian baik dari sisi politik, ekonomi, paham-paham keagamaan dan kebudayaan, perbedaan ras, dan potret keamanan dan ketahanan nasional menghadapi persebaran pemikiran, paham dan ideologi yang bertentangan dengan falsafah kebangsaan, Terakhir, untuk menghadirkan kesadaran di generasi milenial untuk ikut serta menjaga persatuan.” Ungkap Muhtar.

Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IMIKI, Mahbub Ubaedi Alwi sekaligus memberikan apresiasi kegiatan tersebut

“Ditengah panasnya kondisi kebangsaan hari ini, dialog dan kampanye tentang Persatuan harus terus digelorakan diberbagai ruang dan dimulai dari dialog, semoga setelahnya dapat ditindaklanjuti dengan langkah programatik konkrit untuk mewujudkan Persatuan Indonesia” ujarnya.

Hadir dalam gelar kegiatan tersebut Dadang Rachmat Hidayat, Dekan Fikom Unpad, Dwi Winarno Sosiolog dan Febiola Iriani Ohei Ketua Presidium Masyarakat Papua.

Baca Juga:  PKL Stadion Ngadu ke Kantor DPRD Kota Serang

“Kita memang harus menghargai perbedaan, karena kita itu satu, tapi berbeda. Problem sosial harus didiagnosa secara mendalam, dan unsur penting penyelesaiannya adalah problem komunikasi, resepnya perlulah dengan strategi komunikasi,” ungkap Dadang pada paparannya

Sementara itu, Febiola menuturkan bahwa, Negeri ini terlahir dengan kondisi perbedaan, Kita harus siap menerima itu semua, dan proses komunikasi menjadi kunci mewujudkan keharmonisan dalam perbedaan

“Dalam kondisi Bangsa yang majemuk, kedewasaan semua elemen Masyarakat adalah unsur mendasar menyikapi berbagai perbedaan suku, ras, agama dan budaya,” tuturnya

Sementara itu, Dwi Winarno memaparkan “Pendekatan budaya dalam menyelesaikan konflik-konflik sosial termasuk yang terjadi pada Papua, yang lebih utama adalah pendekatan dialog kebudayaan, bukan mengutamalan pendekatan militeristik,” tutup Dwi Winarno

Untuk diketahui Acara ini dihadiri oleh mahasiswa komunikasi di Bandung Raya dan mahasiswa lintas kampus di Bandung Raya, Unpad, Uninus, Universitas muhamadiyah, Universitas Sanggabuana, Telkom University, International Women University, UIN sunan gunung Djati Bandung, Institut Koperasi Indonesia, dan organisasi kemahasiswaan lainnya.[Red/LE-Asnafi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *