By | 8 Desember 2018

patron.id – Serang, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (FKIP Untirta) angkatan 2017 melakukan sosialisasi pemilu bertajuk “Pemilu 2019: Arah dan Langkah Pemilih Generasi Milenial”, di Aula Kampus C Untirta Lt.3, Sabtu (9/12).

Sosialisasi yang dihadiri sebanyak 150 peserta ini menghadirkan pemateri yang berkompeten di bidangnya. Diantaranya Nana Heriyatna Kepala Sub Bagian Teknis dan Humas KPU Kabupaten Serang, Liah Culiah Komisioner Bawaslu Kota Serang, Mohammad Hopip Komisioner KPU Kota Serang, dan Ikman Nur Rahman selaku moderator dari pihak akademisi Untirta.

Pada sesi sosialisasi pemilu, Nana Heriyatna memaparkan bahwa pelaksaan pemilu merupakan bagian dari menjaga kedaulatan rakyat. dan harus melibatkan generasi muda atau biasa disebut kaum milenial. Ia meyakini di tangan mereka, negara akan semakin maju.

“Karena dari yang muda-muda ini negara bisa maju, Kaum milenial harus memastikan pemungutan dan penghitungan suara yang dilaksanakan oleh KPPS. Tunjukan bahwa kalian adalah pemilih cerdas,” paparnya.

Ia berpesan agar mahasiswa atau kaum milenial bisa tercatat dan melindungi hak suaranya di pesta demokrasi 5 tahunan tersebut. Dengan cara mengakses situs web www.lindungihakpilihmu.go.id

Baca Juga:  PKC PMII Banten : Polri Perlu Evaluasi Dan Pecat Kapolres Pamekasan

“Silahkan dicek di handphone kalian masing-masing. Kalau ada yang belum tercatat segera lapor ke KPU. Tolong nanti sampaikan ke keluarganya untuk cek hak pilihnya karena upaya ini bisa menjadi solusi. Jangan sampai orang yang sudah meninggal masih memiliki hak suara.” pungkasnya.

Sementara itu, Fauzul adim, ketua pelaksana kegiatan mengatakan bahwa sosialisasi pemilu ini penting bagi mahasiswa PPKn Untirta, terutama angkatan 2017, untuk membuka wacana kritis, baik secara luas maupun batasan-batasan yang perlu diperhatikan sebagai mahasiwa di fakultas keguruan.

“Sosialisasi pemilu ini agar mahasiswa mengenal dan bisa mengimplementasikan potensi di dalam kampus,” kata Izul, saat ditemui di sela-sela acara.

Melalui sosialisasi tersebut, ia berharap mahasiswa jurusan PPKn tidak bersikap apatis maupun anti politik terhadap situasi negara saat ini. Dengan pendidikan politik ini semoga mereka bisa mendapatkan stimulus agar wawasan mereka lebih terbuka dan peduli. Karena mahasiswa adalah agent of change yang bisa memberikan pendidikan kepada masyarakat terkait pendidikan politik.

“Nah selum memberikan edukasi kepada masyarakat, mahasiswa harus diberikan edukuasi terlebih dahulu.” ungkapnya.[red/imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *