By | 24 Agustus 2020

patron.idserang, Pihak perusahaan PT Tridharma Kencana (TDK) akhirnya menemui ratusan karyawan yang melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang pabrik tersebut, di Cisait, Kragilan, Kabupaten Serang, pada Senin (24/8/2020),

Ratusan Karyawan Tuntut Upah Kerja

Pihak perusahaan meminta perwakilan massa demo sebanyak 15 orang untuk melakukan perundingan secara tertutup. Berlangsung sejak pukul 8.45 WIB hingga pukul 11.52 WIB.

Usai berunding, menurut Faisal salah satu dari 15 karyawan pabrik tersebut, mengatakan hasil perbincangan dengan CEO PT Tridharma Kencana Hendrik terdapat dua point yakni dibayarkan dan dilunaskan.

“Hasil perundingan tadi dikasih dua point, yang pertama siapa yang minta dibayarkan dan siapa yang minta dilunaskan. Dalam artian siapa yang dibayarkan, kita hitung semua global, kalau dibayarkan pasti dibayarkan,” kata Faisal kepada patron.id usai pertemuan dengan pimpinan perusahaan, pada Senin (24/8/2020).

Kemudian, lanjut dia, pihak perusahaan PT TDK akan melunasi tuntutan karyawan perihal upah yang belum dibayar selama tiga bulan dengan jangka waktu selama tiga hari.

“Kalau dilunaskan dari pihak perusahaan minta tempo kurang lebih tiga hari dimulai hari ini. Karena pihak perusahaan mau koordinasi lagi sama pihak pusat,” ujar dia.

Daru dua point tersebut, terutama dilunaskan, beberapa karyawan mencurigai adanya pemecatan karyawan secara massal.

Baca Juga:  Ijazah Kubro Kitab As Sholawat Wal Awrod Dalam Harlah NU Ke-94 di Mancak

Ia menyebutkan, selama ini perusahaan yang berproduksi rakitan hanphone, tivi, AC dan jaringan sinyal ini baru membayar sekitar 40 persen per Juni minggu ketiga yakni sebesar Rp 300 ribu.

“Kalau nominal untuk bulan Juni sampai Agustus. Bulan Juni minggu ketiga baru 40 persen yang turun, berarti kurang Rp 600 ribu,” sebut karyawan yang mengaku baru 4 bulan berkerja ini.

Penunggakan ini terjadi disebabkan wabah pandemi Covid-19 sehingga perputaran keuangan pabrik berdampak pada pembayaran upah karyawan terutama pada buru harian lepas.

“Alasannya dari pihak coustemer-nya belum turun-turun, selain itu mungkin pandemi. Jadi pihak coustemer juga agak macet karena karyawan di sana juga work for home (bekerja dari rumah). Jadi mungkin agak kendala dari jaringan,” imbuhnya.

Namun saat hendak dikonfirmasi terkait tuntutan gaji karyawan, salah satu staf pegawai mencegah wartawan bahkan ia menyatakan bahwa pimpinan perusahaan menolak dimintai keterangan dengan alasan sedang menerima tamu.

“Memang harus diklarifikasi ya? Tapi kita tidak mau dimintai keterangan, bukan berarti menolak ya tapi tidak mau, karena beliau (CEO PT TDK Hendrik) sedang ada tamu,” kata salah satu staf pegawai pegawai tersebut, di ruang loby. [Red/Roy]

Bagikan: