By | 3 Maret 2019

patron.id Serang, ribuan jama’ah dari berbagai daerah antusias ikuti kegiatan silaturahmi akbar, yang membesut tema Banten Bersatu untuk Indonesia bersama KH Ma’ruf Amin(KMA) di Alun-alun Kota Serang, Minggu, (3/3/2019)

Ribuan Warga Padati Alun-Alun Kota Serang Ikuti Kegiatan Silaturhami Akbar, Banten Bersatu Untuk Indonesia. [patron.id]

Dalam sambutannya KMA mengatakan bahwa negara Indonesia merupakan negara yang di bentuk atas dasar kesepakatan bersama,

“Undang-undang 1945 merupakan kesepakatan, itifakat wakaniah, kesepakatan nasional dan itifakat akawiyah yaitu kesepakatan sesama saudara sebangsa dan setanah air. Oleh karena itu Indonesia adalah negara kesepakatan,” kata KMA.

Beliau juga menegaskan kesepakatan tersebut dibuat untuk hidup saling berdampingan secara damai serta telah dimufakati bersama untuk tidak menyalahi kesepakatan baik sistem, mekanisme, nama negara dan sistem pemerintahannya dan kemajuan Indonesia tergantung pada warga bangsanya yang sehat cerdas dan produktif,

“Saudara saudara kita juga tidak hanya ingin merdeka, tapi kita juga Indonesia ini ingin maju, ingin berjuang untuk Indonesia maju. Indonesia maju adalah kuncinya, tergantung manusianya, warga bangsanya, karena itu warga bangsanya harus kita pacu, supaya menjadi indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan Indonesia yang berakhlakul karimah, berakhlak baik,” Jelasnya

Baca Juga:  Peserta Pelatihan Penguatan KP-SPAMS tinjau lokasi Pamsimas

Masih dalam giat yang sama KMA menceritakan tilas balik bangsa Indonesia pada masa penjajahan untuk merebut kemerdekaan pada saat itu. KMA mengungkapkan bahwa Banten bisa memperjuangkan bangsa ini dengan ikut bantu mendoakan agar Banten bisa ikut terpilih untuk duduk dalam pemerintahan serta menjadi pimpinan nasional,

“Banten siap melakukan upaya untuk mengirimkan tokoh-tokohnya, kader-kadernya, untuk menjadi pejuang bangsa, maka hari ini ketika kita ingin membuat Indonesia maju, Banten juga rela kalau putra putra terbaiknya, kader-kadernya, diambil oleh negara untuk duduk didalam pemerintahan, untuk menjadi pimpinan nasional,” ungkap KMA dalam sambutan.

Diakhir sambutan KMA berharap pada momentum pilpres agar tetap aman dan damai serta tidak ada pertikaian,

“Kesatuan Indonesia merupakan modal bangsa ini. Maka dari itu jangan sampe karena pilpres, karena perbedaan kemudian terjadi pertikaian. Masing-masing memilih saja, tidak perlu ada keributan, tidak perlu ada konflik, pilpres bukan perang, tetapi memilih pemimpin yang terbaik. Pilpres bukan perang badar, perang badar tuh islam dan kafir, disini tidak ada perang islam dan kafir, tetapi mencari pemimpin yang terbaik. Karena itu, kita tidak boleh pilpres sampai menimbulkan perpecahan, dan permusuhan,” pungkasnya.[Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *