By | 7 Juni 2018

Pandeglang, (7/6) Padepokan Pencak Silat Madali Putra menggelar acara Istighotsah, Buka Bersama, Santunan Yatim, dan diiringi Dialog Kebudayaan, bertempat di Aula Lt.2 MTs Almuttaqin Panimbang disambut meriah masyarakat setempat.

Ketua Padepokan Pencak Silat Madali Putra, Ahmad Saeroji mengatakan bahwa

Pencak silat merupakan budaya warisan leluhur kita, budaya merupakan bagian daripada identitas bangsa, Maka mempelajari pencak silat merupakan bagian daripada katgori menjaga keutuhan bangsa.”

Meskipun masih ada anggapan pencak silat identik dengan kekerasan namun Saya tidak menyerah untuk menyampaikan bahwa pencak silat itu meski belajarnya belajar berkelahi tapi bukan untuk berkelahi melainkan untuk membela diri, sebab beladiri itu reaksi bukan aksi, itulah hakikat pencak silat tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut Ajid Mustajibatul Awwal selaku ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC.GP) Panimbang, Abdul Wahid Ketua Dewan Kerja Cabang Ikatan Marketers Nahdlatul Ulama (DKC IMNU) Kabupaten Pandeglang, dan Yofi Ketua Komunitas Ruang Kreatif Halaman Budaya.

Baca Juga:  Himakum Uniba dorong isu geothermal Padarincang jadi isu nasional

Sementara itu Ajid Mustajibatul Awwal pun sepakat dengan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa

“Kami PAC.GP Ansor Panimbang siap bersama menjaga budaya, khususnya pencak silat ini. Karena silat merupakan budaya yang baik. oleh sebab itu mesti kita lestarikan”

Senada diungkapkan Abdul Wahid bahwa budaya adalah hal yang sangat penting untuk dijaga, karna betul bahwa budaya itu merupakan salah satu identitas bangsa, penyebaran islam yang sangat pesat di indonesia pun melalui budaya. [Red/IV]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *