By | 2 September 2019

patron.id – Lebak, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Lebak gelar aksi unjuk rasa di depan Pemerintah Daerah menyoal maraknya kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak di berbagai daerah termasuk di Kabupaten Lebak, pada Senin, (2/09/2019).

Aksi unjuk rasa dimulai di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda). Massa aksi melakukan orasi selama beberapa saat, karena tidak mendapatkan respon massa aksi mencoba masuk melalui pintu gerbang Dewan Perwakilan Rakyat Daersh (DPRD) Kabupaten Lebak agar bisa bertemu dengan perwakilan Pemerintah Daerah dan Anggota DPRD yang berada di salah satu komisi mengenai perempuan dan anak.

“Kami meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lebak benar-benar komitmen melaksanakan peraturan perundang-undangan, yakni undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak serta peraturan di bawahnya,” ujar Siti Dian Nurdiyana Ketua Korps PMII Puteri (Kopri) Lebak.

Baca Juga:  Soal Virus Corona, Benyamin Davnie Himbau Warga Tidak Panik

Aksi unjuk rasa sempat diwarnai chaos disebabkan mahasiswa meminta berdialog dengan pihak pemerintah, namun tidak ada yang menemui.

Pasca chaos, baru ditemui oleh pihak DPRD Kabupaten Lebak dan akan berkoordinasi dengan eksekutif terlebih dahulu untuk menindaklanjuti aksi unjuk rasa.[Red/Aswari]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *