By | 19 Agustus 2019

patron.id – Pandeglang, Bermula dari banyaknya permasalahan menyoal dunia pendidikan, oleh karenanya Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) kelompok 39 UIN SMH Banten berinisiatif menggelar kegiatan seminar pendidikan yang diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Lanjut Menengah Pertama (SLTP) dan Madrasah Aliyah (MA) di Yayasan Daar Ul-Amin, Kec. Labuan, Kab.Pandeglang. (19/08/19)

Seminar pendidikan yang membesut tema Prospek dan Tantangan Pendidikan di Era Modernisasi tersebut, bertujuan agar para siswa-siswi dapat termotivasi akan pentingnya dunia pendidikan.

“Pendidikan hal yang sangat penting untuk manusia, karena dapat menciptakan manusia yang berkualitas, berintelektual dan jauh dari kebodohan. Negara telah mengatur Hak setiap Warga Negara Indonesia untuk mendapat pendidikan sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas hidupnya,” tutur Ahmad Baihaki, ketua kelompok Kukerta 39.

Ahmad Baihaki menambahkan pendidikan masuk sebagai kebutuhan primer dan investasi yang harus dimiliki agar dapat berkarir dan berkembang di era modernisasi seperti sekarang.

Baca Juga:  Pembukaan KUKERTA Kelompok 33 UIN SMH Banten di Desa Banyubiru-Labuan

Pimpinan Yayasan Daar Ul-Amin, Sarta Jaya mengungkapkan pendidikan hari ini perlu ditingkatkan dalam hal disiplin. Menurutnya jika pendidikan tidak disiplin maka proses belajarpun akan terlihat kurang bagus.

“Disiplin merupakan kunci dari keberhasilan dan segala pekerjaan termasuk dalam pendidikan ini kalau tidak disiplin belajarpun tidak jalan.” ungkapnya.

Narasumber seminar, Mujang Kurnia menuturkan Indonesia masih memiliki PR besar dalam dunia pendidikan. Hal tersebut dikarenakan sumber daya manusia yang belum sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

“Bukan hanya tantangan kedepan saja, tetapi tantangan hari ini dan kemarinpun kita sudah mengalami bahwa yang diajarkan di sekolah itu belum sesuai dengan apa yang kita kerjakan nanti di lapangan,” tutur Mujang dalam seminar.

Mujang menambahkan, Indonesia butuh lembaga pendidikan yang berani mendidik siswa-siswinya dengan cara bisa menyesuaikan dengan kebutuhan SDM yang di lapangan.

“Semoga kedepannya lembaga penyelenggara pendidikan harus mampu menyesuaikan kondisi dan tantangan yang sedang di hadapi agar perubahan bisa terjadi.” pungkasnya. [Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *