By | 15 Mei 2019

patron.id – Pandeglang, Lembaga amil zakat Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Provinsi Banten selenggarakan pelatihan pembuatan sendal di Pondok Pesantren Salafiyyah Darul Bayan Gembong, Panimbang, Pandeglang, Rabu (15/5/2019).

Simbolis Penyerahan Sandal oleh Ketua Laziznu Banten kepada Ponpes Salafiyyah Darul Bayan Sebagai Pembuka Pelatihan Pembuatan Sandal. [patron.id]

Kegiatan akan berlangsung hingga 20 Mei mendatang, diikuti oleh 15 peserta dan dilatih oleh instruktur dari Dealovashoes Pandeglang. Ketua Lazisnu Banten mengatakan, diadakannya kegitan tersebut untuk membangkitkan ekonomi keummatan ditengah bulan ramadhan.

“Dengan kegiatan ini diharapkan mampu memproduksi sendal, karena di Banten ada 4 perusahaan yang sangat membutuhkan, belum lagi dengan begini akan menumbuhkan ekonomi ummat,” kata Sugeng dalam sambutan.

Sugeng menambahkan, dengan kegiatan tersebut diharapkan Dealov semakin maju serta Ponpes Salafiyyah Darul Bayan dapat mandiri dan Banten bisa bangkit, terutama dalam hal perekonomiannya.

“Dealov semakin maju, pesantrennya jadi mandiri. Saya berharap Banten bisa bangkit dengan memunculkan UMKM. Kita akan berkelanjutan dan kita akan soan. Mudah-mudahan bisa maju dan kuat, karena Banten terkenalnya 1000 santri 1000 ulama, kuat secara ilmu, agama dan ekonomi,” tambahnya.

Sesi Foto Bersama Para Peserta Pelatihan Pembuatan Sandal, Santriwan-Santriwati Ponpes Salafiyyah Darul Bayan. [patron.id]

Sementara itu Ustadzah Zakiyyah mengungkapkan, dirinya bersyukur karena Lazisnu memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam hal perekonomian.

Baca Juga:  Ketua LSM GPS-B: Menilai, Regulasi Administrasi Desa Cisalam Langgar Aturan

“Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Lazisnu Provinsi Banten yang sadar betul bahwa ekonomi di wilayah yang terdampak tsunami Selat Sunda pertumbuhannya lamban, dengan adanya kegiatan pelatihan seperti ini tentunya menjadi titik cahaya bagi kami. Semoga menghantarkan pada skill yang bisa dipergunakan dikemudian hari,” ungkapnya.

Ia juga berharap silaturahmi yang dibangun dengan kegiatan pelatih pembuatan sandal tersebut dapat berkesinambungan serta mendapatkan berkah.

“Semoga silaturahmi yang dibangun ini berkesinambungan, artinya Lazisnu tidak hanya menyelenggaran di wilayah yang terdampak tsunami Selat Sunda saja melainkan di pesantren-pesantren NU lainnya dengan keahlian yg berbeda-beda agar silaturahminya berkesinambungan dan mendapatkan berkah,” pungkasnya. [Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *