By | 19 Juni 2020

patron.id – Tangsel, Praktisi Hukum Banten, Sandi Suroso menilai penyebar hoax yang menyerang bakal calon walikota Tangsel Benyamin Davnie bukan orang biasa. Karena, dilakukan secara sistematis dan masif.

Sandi mengatakan, kreator penyebar broadcast hoax itu sudah memahami aspek hukum pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif.

Dia mengatakan, dalam broadcast seluruhnya disebut ada Walikota, Wakil Walikota, Organisasi Perangkat Daerah, Lurah, Sekretaris Kelurahan, dan RT-RW. “Ini cerdas dari sisi hukum,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, dari sisi psikologi tidak mungkin ada kecerobohan sedemikian sempurna. Sehingga membuat broadcastnya berasal dari nomor-nomor tidak dikenal yang secara bersamaan disebarkan ke masyarakat.

Baca Juga:  Sukarya Ingatkan Calon Wakil Walikota Tangsel Rahayu Saraswati

BACA JUGA : http://shyampooja.com/beredar-informasi-hoax-politisasi-asn-di-tangsel

Sebelumnya, beredar isu politisasi ASN untuk Pilkada Tangerang Selatan yang dilakukan oleh bakal calon walikota Benyanin Dafnie melalui pesan berantai WhatsApp. Pesan itu berisi arahan kepada lurah dan sekretaris kelurahan agar memetakan pilihan politik masyarakat dan mengumpulkan data pegawai di kelurahan serta RT dan RW.

Sejumlah pihak pun mempertanyakan kebenaran kabar tersebut. Bahkan, beberapa menyebut hoax. Kendati demikian, Benyamin Davnie menanggapi santai serangan isu hoax yang ditujukan kepada dirinya. Namun, ia menyayangkan harus ada black campaigne yang menyerang dirinya.[Red/Mulhat]

Bagikan: