By | 28 September 2020

patron.id – Pandeglang, Keluarga Mahasiswa
Pandeglang (Kumandang) Banten melaksanakan kegiatan Diskusi Ilmiah dengan tajuk Membaca Ulang Banten ; Cita-cita dan Realita di pondok pesantren sabilu el mubtadin, Pada Sabtu (26/9/2020).

Diskusi ilmiah merupakan rangkaian dari acara Milad Kumandang Banten yang ke 17 tahun. Diskusi ilmiah tersebut dihadiri oleh Embay Mulya Syarif selaku tokoh Banten dan Muhammad Kholid selaku pengamat pemerintahan Provinsi Banten .

Khoirul Mu’min, Ketua Umum Kumandang Banten mengatakan kegiatan tersebut adalah persiapan dalam menyambut momentum yaitu Ulang tahun Banten.

“Latar belakang diadakannya Diskusi Ilmiah kali ini mengkaji ulang dan mempersiapan Momentum dalam 4 Oktober 2020.” Kata Dimas kepada jurnalis patron.id, Pada Senin (28/9/2020).

Dalam diskusi tersebut, Embay menegaskan Banten salah satu wilayah yang berpotensi dalam kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Banten merupakan wilayah yg setia dalam kemerdekan. mengingat dalam perjanjian Renvil 1948 yang termasuk kedalam Republik Indonesia hanya 3 wilayah yaitu Aceh, Jogja dan Banten tentunya. Hal ini menjelaskan bahwa Banten merupakan salah satu wilayah yang berpotensi untuk kemajuan Republik ini, dengan itu di tahun 2000, banten mencoba untuk memandirikan diri menjadi Provinsi agar bisa lebih visioner dalam kemajuan negara.” Ungkapnya

Tidak hanya itu masyarakat pun diminta agar lebih kompetitif untuk menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga:  Mahasiswa KKM Untirta dampingi Warga Yang Ikuti Penyuluhan KRPL

“Masyarakat banten agar lebih kompetitif di era modern ini, Karna perubahan dan kamajuan Banten bukan dilihat dari siapa yang mempin hari ini, melainkan masyarakat Bantenlah yang bisa memajukan Banten ke arah yg lebih baik.”

Selain itu Muhammad Kholid mengatakan bahwa Banten tergolong Provinsi yang belum maju, lantaran masuk ke dalam deretan Provinsi terkorup.

“Melihat banten saat ini masih tergolong provinsi yg jauh dari kata maju. Mengingat banten masuk dalam daftar provinsi terkorup ke 6 seindonesia, dan dilihat dari pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan banten masih tertinggal.” Ujar Kholid

Dalam materinya kholidpun menambahkan bahwa banten dikategorikan sebagai provinsi yang menyumbang angka pengangguran tertinggi hal itu berdampak pada produktifitas SDM di Provinsi Banten.

Selain itu Khirul Mu’min berharap agar tanah kelahirannya menjadi daerah yang adil, makmur dan diridhoi Allah SWT.

“Menginjak umur yang ke 17 tahun , Kumandang Banten masih terus mengusahakan segala pemikiran, daya dan upaya untuk menebarkan manfaat serta kontribusinya terhadap kedaerahan tanah kelahiran agar terwujud menjadi daerah yang adil makmur dan diridhoi Allah SWT.” Harap ketua Kumandang Banten [Red/Aldi]

Bagikan: