By | 5 Mei 2020

patron.id– Serang, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Banten Jaya ( Unbaja ) angkat bicara mengenai surat edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang tak kunjung di respon oleh Wakil Rektor I Unbaja (05/05/2020)

Dilatar belakangi oleh Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Kemudian diterbitkannya lagi Surat Edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 302/E.E2/KR/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Masa Belajar Penyelenggaraan Program Pendidikan. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Banten Jaya kemudian melayangkan Surat Aspirasi nomor 030/BEM-UNBAJA/04/20 yang disampaikan langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UNBAJA kepada Wakil Rektor 1 Universitas Banten Jaya Sutanto, S.Kom., M.Kom pada hari Rabu tanggal 15 April 2020.

Namun, terhitung hingga Selasa (5/5/2020) surat aspirasi ini belum mendapatkan respon apapun dari pihak rektorat.

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Banten Jaya Najdi Al Khattami ketika dihubungi mengkonfirmasi,  bahwa benar adanya jsurat tersebut belum mendapatkan respon dari Warek 1

“Ya betul, sampai saat ini belum ada respon dan belum ada wacana sama sekali untuk itu, memberikan subsidi pulsa koneksi ke mahasiswa.” Ucap Nani Al Khattami

“Sebetulnya jauh sebelum surat aspirasi di layangkan, kita sudah coba melakukan komunikasi via udara melalui Kepala Bagian Kemahasiswaan tanggal 3 April 2020 terkait hal ini, beliau mengatakan bahwa hal ini sudah disampaikan ke pihak rektorat. Tapi sampai saat ini juga belum ada respon” Jelas Najdi

Presiden Mahasiswa Universitas Banten Jaya Alvi Rizky Amanda memaparkan bahwa gerakan Surat aspirasi tersebut berisi beberapa poin penting yang diserap langsung dari Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Banten Jaya oleh BEM UNBAJA melalui Survei Unbaja Daring Berkarakter.

Baca Juga:  Berubah Status, Sekolah Tatap Muka di Serang Distop

“Salah satu tuntutan yang ditekankan tercantum pada poin ke 3 dalam surat aspirasi yaitu, Meminta pihak rektorat UNBAJA agar melakukan kepekaan sosial dan mengindahkan himbauan yang diberikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada Seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta untuk melakukan Penghematan Biaya Operasional Penyelenggaraan Pendidikan yang diperolah selama dilakukannya pembelajaran dari rumah atau study from home dan digunakan untuk subsidi pulsa koneksi pembelajaran daring bagi mahasiswa. Hal itu tercantum pada Surat Edaran Nomor : 302/E.E2/KR/2020.” Ungkapnya

Ketika dimintai keterangan, Presiden Mahasiswa Universitas Banten Jaya Alvi Rizky Amanda mengaku tetap berpikir positif dan mengatakan bahwa rektor UNBAJA seorang penerima aspirasi yang baik.

“Kita selaku mahasiswa tetep positif thinking ya, mungkin kuota pak rektor lagi habis, jadi belum bisa baca informasi itu. Atau mungkin surat yang kita layangkan belum sempat dibaca pak rektor, karena kan sekarang masih social distancing.” Ujar Alvi Rizky Amanda

Ia juga mengatakan agar mahasiswa tetap menunggu hasil keputusan Wakil Rektor 1 Unbaja

“Rektor kita itu penerima aspirasi yang baik, apalagi beliau ini punya visi besar untuk memajukan UNBAJA, jika kampus lain seperti Universitas Faletehan dan UPI saja memberikan bantuan terhadap mahasiswanya, masa iya UNBAJA kampus Berkarakter tidak memiliki kepekaan sosial ke mahasiswanya, Jadi kita tunggu saja.” Pungkasnya[Red/Bahri]

Bagikan: