By | 27 Desember 2019

patron.id – Kabupaten Tangerang, Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) Banten Raya (BTR) menggelar Refleksi terkait Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang yang ke-76 yang jatuh Pada, Jum’at 27 Desember 2019 yang bertempat di Lampu Merah Tigaraksa.

Puluhan Mahasiswa Hadir untuk menyuarakan tuntutannya terkait HUT Ke-76 Kabupaten Tangerang.

Dalam Rilisan yang disebar oleh HIMATA BTR, ada beberapa tuntutan yang tertulis dalam agenda Refleksi tersebut diantaranya, Tuntaskan pengangguran di Kabupaten Tangerang, Tingkatkan fasilitas pendidikan di Kabupaten Tangerang, Maksimalkan kinerja pelayanan kesehatan di Kabupaten Tangerang, Maksimalkan alat kesehatan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, Tegakan Keadilan Peraturan Bupati (Perbup) No. 47 tahun 2018, Tangkap dan Adili Investor Nakal, Ciptakan Good Government And Clean Governance di Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Tedi Agus Mulyana Selaku Ketua HIMATA BTR Komisariat Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Menilai Bahwa Pendidikan, Kesehatan dan Pelayanan Publik di Kabupaten tangerang belum berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Terima Audiensi IMIKI

“Aksi Refleksi ini digelar semata-mata untuk Merepresentasikan dari beberapa kajian kita yang menyoroti Pendidikan, Kesehatan dan Pelayanan publik di Kabupaten Tangerang yang hari ini belum maksimal. Dan dari Aksi ini kita tidak berniat menjatuhkan atau menumbangkan sebuah kekuasaan, tapi kami sebagai mahasiswa yaitu Agen of chance dan Agen of control ini adalah tugas kami dan bagian dari kewajiban kami sebagai mahasiswa.” Kata tedi Pada, Jum’at (27/12/2019).

Selain itu Ia juga mengatakan Bahwa Agenda Refleksi yang berlangsung sekitar pukul 15.00 Wib tersebut mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan yaitu pembubaran secara paksa. Disinyalir Pembubaran tersebut dilakukan oleh sejumlah Organisasi Masyarakat (ORMAS).

“Namun yang disayangkan Aksi Refleksi kita dicederai oleh ORMAS , Saat kami melaksanakan aksi, kami dibubarkan secara paksa, Padahal mereka tidak memiliki kewenangan untuk membubarkan Aksi.” Pungkasnya. [Red/Aldi]

Bagikan: