By | 20 Desember 2018

patron.id – Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMIKI) mengapresiasi kinerja Komisi Penyiaran Indonesia Pusat. IMIKI menilai kinerja KPI cukup baik sepanjang tahun 2018. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum IMIKI Mahbub Ubaedi Alwi saat pertemuan dengan KPI dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2018 bertajuk “Dinamika Penyiaran Indonesia 2018″. Rabu (19/12/2018), Jakarta.

Ubay, panggilan akrabnya, mengatakan apresiasi yang diberikan KPI tentu tidak lepas dari berbagai unsur kelembagaan yang senantiasa berkomitmen dan turut serta memperbaiki kualitas penyiaran. Menurutnya kolaborasi seperti ini harus terus ditingkatkan untuk memaksimalkan kinerja KPI mewujudkan siaran yang sehat, yang mampu menjadi wahana edukasi bagi masyarakat sebagai saluran informasi yang dibutuhkan, hiburan yang mendidik dan memberikan dampak positif lain bagi kemajuan bangsa ini.

Meski demikian, ia juga menyebutkan beberapa persoalan terutama terkait pelanggaran-pelanggaran siaran yang perlu dibenahi oleh KPI demi meningkatkan kinerjanya.

“Penyiaran Indonesia hari ini secara umum semakin lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, walaupun masih terjadi pelanggaran-pelanggaran dan masih menyisakan beberapa persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi.” ujar Ubay, di depan ketua serta jajaran KPI.

Menurutnya beberapa persoalan yang masih perlu dibenahi terutama pada aspek kelembagaan penegak regulator penyiaran yang perlu untuk diberikan kewenangan lebih besar untuk menindak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Kedua, undang-undang penyiaran harus diperketat dan mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di masa mendatang, mengingat teknologi informasi yang berkembang begitu cepat.

Ketiga, lanjut Ubay, persoalan ratting program penyiaran yang cenderung didominasi oleh suatu lembaga perlu mendapatkan perhatian khusus untuk bisa menghadirkan lembaga ratting program penyiaran dengan standar yang jelas sebagai alternatif. Keempat, proteksi diri masyarakat dengan kemampuan literasi media harus diperkuat terutama di kurikulum pendidikan formal tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Baca Juga:  Closing Law Fest 2019 X BEM FEB Meriah

“Kami (PP IMIKI) berupaya merekomendasikan literasi media bisa menjadi bagian kurikulum di pendidikan formal SMP, SMA dan perkuliahan. Agar masyarakat bisa memproteksi diri lewat literasi media terhadap tayangan-tayangan di televisi.” terangnya.

Sementara itu, Refleksi Akhir Tahun berisikan laporan kinerja selama setahun terakhir dari KPI Bidang Kelembagaan, Pengawasan Isi Siaran, dan Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P) yang disampaikan oleh perwakilan Komisioner masing-masing bidang kepada publik.

Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis dalam sambutannya menyampaikan bahwa KPI sebagai regulator penyiaran sekaligus representasi publik mengambil peran strategis dalam memberi konstribusi positif terhadap dunia penyiaran yang lebih sehat. Karena itu, pihaknya selalu terbuka menerima setiap pemikiran, masukan dan kritikan dari mana pun selama hal itu untuk kemajuan dan perkembangan dunia penyiaran di Indonesia.

“Kami selalu terbuka menerima masukan maupun kritikan berupa pemikiran dari mana pun selagi hal itu bisa membantu dalam kemajuan dan perkembangan dunia penyiaran di tanah air.” katanya.

Usai pemaparan laporan kinerja dari KPI, selanjutnya menjadi forum sumbang saran dari beberapa stakeholder yang hadir. Diantaranya pandangan dari Antar Venus, yang mewakili 12 Perguruan Tinggi dari 12 Kota di Indonesia yang menjalankan program Survey Indeks Kualitas Program Siaran Televisi 2018 yang dilakukan atas permintaan dari KPI mengapresiasi kinerja KPI Pusat dalam survei indeks kualitas siaran.

Sedangkan, ATVSI menyampaikan dukungannya atas langkah KPI Pusat dalam mendorong perbaikan infrastruktur penyiaran di perbatasan dan menyampaikan bahwwa sudah seharusnya KPI dibuat independent seutuhnya guna meningkatkan kinerjanya. [Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *