By | 26 September 2020

patron.id – Serang, Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Banten merazia dan melakukan pengawasan di warung remang-remang dan cafe tempat hiburan malam di sepanjang Jl. Lingkar Selatan, Kabupaten Serang-Kota Cilegon, pada Jum’at (25/9/2020) sampai Sabtu (26/9/2020) pukul 01.48 WIB dini hari.

Pantauan patron.id di lokasi, petugas gabungan dari Satpol PP Banten, Satpol PP Kabupaten Serang, Satpol PP Kota Cilegon, Detasemen Polisi Militer, dan Polda Banten, berhasil mengamankan 5 kardus berisi minuman beralkohol berbagai merek dan 2 drumb air tuak dari warung remang-remang di sepanjang jalur tersebut. Selain itu, petugas juga memeriksa Kartu Identitas Penduduk (KTP) pengunjung.

Kepala Bidang Pencegahan Satpol PP Provinsi Banten Ali Hanafiah mengatakan, hasil razia malam ini berupa minuman keras (miras) langsung diangkut mobil petugas untuk dijadikan barang bukti. Sementara, para pengunjung di warung remang-remang tersebut diminta membubarkan diri demi mengindari kerumuman di tengah pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PSBB.

“Mereka semua sudah kami suruh bubar, pulang, jangan berkerumun apalagi di tempat gelap kayak gini, karena ini masih masa PSBB. Ada juga yang gak pakai masker, langsung kami suruh pakai maskernya,” kata Ali, kepada patron.id di lokasi, Jum’at (25/9/2020).

Namun, petugas hanya memberi sanksi teguran kepada para pengunjung maupun pemilik warung. Meski demikian, penegak Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 44 Tahun 2020 sekaligus Peraturan Daerah (Perda) Banten Nomor 3 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan ketentraman ketertiban masyarakat tetap mendata sejumlah miras, pengunjung maupun pemilik warung.

Baca Juga:  Stroke 3 Tahun, Pria di Kota Serang Ditemukan Gantung Diri

Masih di tempat yang sama, dikatakan Ali, pihaknya mendapat informasi terkait adanya salah satu cafe tempat hiburan malam (THM) yang masih beroperasi di tengah pandemi Covid-19 ini dan masa PSBB. Petugas berhasil menyita sebanyak 2 krat minuman alkohol dan satu perempuan tanpa mengantongi identitas.

“Barang sitaan dari Concept Cafe yaitu bir bintang 20 botol, Guenes 18 botol, Angker 1 botol. Kemudian ada satu perempuan yang gak bawa KTP, tapi tetep kami suruh bubar,” paparnya.

Sementara Kepala Satpol PP Provinsi Banten, Agus Supriyadi menghimbau kepada masyarakat Banten terutama para pelaku usaha hiburan malam untuk paham dan mengerti bahwa ketentuan saat ini harus menutup sementara tempat usahanya dikarenakan adanya penerapan PSBB hingga 4 Oktober mendatang.

“Tadi kita lakukan penutupan tapi ternyata banyak yang melakukan penutupan terlebih dahulu sebelum kita tutup, mungkin karena ada informasi seputar razia ini jadi mereka segera menutup tempat hiburannya,” kata Agus, usai razia.

ia menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti dan menginformasikan berapa jumlah keseluruhan barang haram hasil razia tersebut yang akan dijadikan sebagai barang bukti.

“Ini akan jadi barang bukti kita untuk tindak lanjut selanjutnya. Semoga apa yang kita lakukan bisa mencegah kemaksiatan,” ujarnya. [Red/Roy]

Bagikan: