By | 11 Maret 2020

patron.id – Serang, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) gelar kelas ideologi jilid 2 bertempat di masjid syekh nawawi Al-Bantani, Kota Serang, Pada Rabu (11/3/2020).

Kegiatan yang bertemakan “sosialisme di era kontemporer” tersebut dihadiri oleh puluhan Pengurus Rayon PMII fakultas FISIP.

Mia Mulyani selaku pengurus Rayon PMII FISIP menjelaskan terkait kegiatan yang ke dua kalinya terkait kelas ideologi tersebut.

“Kelas ideologi jilid 2 ini merupakan kelas ideologi yang kedua, sebelumnya kita sudah melaksanakan agenda ini di hari rabu tanggal 4 maret kemarin, dan ini merupakan lanjutan dari kelas ideologi sebelumnya,” Ucapnya

Ida Rahmawati memaparkan terkait tema yang diangkat bahwa menurutnya mahasiswa perlu mengetahui pembeda terkait sosialisme dan kapitalisme.

“Dari tema sosialisme di era kontemporer ini diharapkan para peserta atau mahasiswa mampu membedakan apa itu sosialisme dan kapitalisme dalam prakteknya, sehingga peserta kelas ideologi sendiri mampu mengkerucutkan indonesia lebih kepada penerapan sosialisme kah atau kapitalisme dikarenakan indonesia yang  terlalu labil dalam menentukan penerapan dikedua ideologi tersebut, walaupun tetap bahwa paradigma yang dibangun bahwa indonesia ini menganut sistem dan ideologi pancasila,” sambung Ida Rahmawati selaku moderator dalam ruang dialektis sore tadi

Baca Juga:  Forum Mahasiswa Lebak Ingatkan Keluarga Mahasiswa Lebak, Ada Apa?

Iip Supriatna selaku pemantik dalam diskusi tersebut mengapresiasi Pengurus Rayon PMII Fakultas FISIP lantaran menurutnya diskusi dalam ruang mahasiswa sudah bisa dibilang punah, maka dari itu kegiatan tersebut adalah salah satu terobosan untuk mengembalikan budaya diskusi.

“Kelas Ideologi ini harus dipertahankan karena dengan adanya kelas ideologi ini diskusi-diskusi pojok kampus mampu membuka cakrawala keilmuan, toh saat ini sudah sangat jarang dilakukan oleh mahasiswa mengenai diskusi fundamental yang mendasar, dan dengan adanya diskusi ini kita mengetahui dasar dari sosialisme dan praktinya. Sosialisme pun tidak selalu buruk bahkan menurut cokroaminoto sosialisme pun merupakan suatu konsepan islam yang sejak dahulu diterapkan, namun tidak semua sama dengan sosialisme barat yang lebih kepada bentuk perlawanan kaum proletariat.” Ungkap Iip Supriatna

Teja Negara sebagai peserta dalam diskusi tersebut menambahkan bahwa diskusi ini harus dipertahankan, karena memberi ruang kepada mahasiswa untuk memahami betul keilmuan yang mendasar.

“Diskusi ini harus tetap dipertahankan, karena memberi ruang kepada mahasiswa untuk memahami betul keilmuan yang mendasar sehinga mahasiswa tidak asal bersuara mengenai sosialisme baik dan buruknya.” Pungkasnya.[Red/Aswari]

Bagikan: