By | 2 September 2020

patron.idTangerang, Anggota DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) Komisi III, Rano Alfath melihat warga Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda yang menjadi korban penggusuran proyek pengganunan jalan tol Kunciran – Bandara, Pada Rabu (2/9/2020).

Puing Tempat Tinggal Yang Tergusur

Rano Alfath selaku politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menuturkan bahwa warga yang menjadi korban kini tidak memiliki tempat tinggal dan haknya pun belum terpenuhi.

“Mereka warga tidak punya tempat tinggal, dan tidak mendapat keadilan oleh aparat yang melakukan pengusuran karena belum ada ganti rugi yang disepakati.” Ucapnya

Selain itu, menurutnya warga telah meniatkan untuk tinggal di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selama warga belum mendapatkan ganti rugi.

“Banyak anak kecil dan orang tua yang sakit berniat ingin tinggal di DPRD dan di tempat penggusuran sebagai bentuk perlawanan untuk menuntut keadilan.” Ungkapnya

Baca Juga:  Lahan Kosong Kawasan Griya Praja Mandiri Terbakar

Lanjut anggota DPR RI tersebut kepada jurnalis patron.id menegaskan, bahwa warga yang menjadi korban tidak melakukan perbuatan melawan hukum, terlebih mereka sangat mendukung program pemerintah.

“Mereka tidak melakukan perbuatan melawan hukum. Mereka justru mendukung program infrastruktur nasional. Mereka hanya butuh tempat bernaung dan keadilan. pembangunan infrastruktur baik, apalagi untuk pemerataan pembangunan, tapi jangan sampai dalam praktiknya malah mengorbankan hak warga itu sendiri.” Ucapnya

Negara tidak boleh sewenang-wenang kepada rakyatnya, tegas Rano Alfath di lokasi penggusuran.

“Jangan sampai ada yang teraniaya, Negara tidak boleh sewenang-wenang pada rakyatnya.” Tegasnya

Untuk diketahui Rano Alfath tergabung dalam Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sebagai seorang wakil rakyat Dapil Banten III Tangerang Raya. [Red/Aldi]

Bagikan: