By | 28 April 2020

patron.id – Cilegon, puluhan mobil dan motor menumpuk di sekitaran Pelabuhan Merak bakauheni, tidak bisa menyebrang ke Sumatera lantaran larangan pemerintah untuk mudik selama pademik Covid-19, Pada senin (27/4/2020) malam.

Rodi pemuda asal Lampung yang bekerja di kota tangerang Banten mengatakan bahwa, terpaksa harus pulang kampung lantaran sudah diberhentikan klantar

“Saya sudah tidak ada kerjaan lagi/udah habis. Ujarnya,” Cetusnya

berdasar pantauan jurnalis patron.id Banyaknya pemudik yang berkumpul tidak menurunkan niat polisi yang bertugas secara tegas untuk menjaga pintu depan pelabuhan agar tidak ada pemudik yang menyebrang dan diminta putar balik ke tempat asalnya.

Baca Juga:  Kabar Baik, Pasien Sembuh Korona di Kota Serang Meningkat

Personil yang berjaga dibagi menjadi beberapa titik di semua pintu masuk pelabuhan Merak bakauheni, dan merupakan personil gambungan Brimob  terdiri dari 30 personil, Polda 30 Personil, Polres dan Polsek 40 personil serta 3 orang personil TNI turut membantu.

Kapolsek KSP merak AKP Evisma mengatakan penjagaan tersebut berlaku sejak, Jum’at (24/4/2020) kemarin.

“Kami sudah berjaga di sini dan bertindak tegas untuk memulangkan pemudik ke tempat asal mereka, hanya kendaraan truck yang berisikan barang APD, pangan  bisa menyebrang sedangkan mobil pribadi, motor, bis bahkan penumpang jalan kaki tidak bisa melakukan penyebarang.” pungkasnya.[Red/Hendra]

Bagikan: