By | 6 Juni 2018

patron.id – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten Serang terpilih, Pujiyanto mengadakan acara buka bersama yang diadakan di Rumah Makan Ibu Entin. Acara buka bersama tersebut berlangsung dari pukul 16.00 hingga pukul 20.00 dengan mengundang para awak media se-Banten. (06/06)

Acara buka bersama sengaja diagendakan oleh Pujiyanto dengan maksud ingin menyampaikan beberapa hal kepada para awak media yang hadir. Hal pertama yang disampaikan yaitu, Pujiyanto memberikan apresiasinya kepada para awak media. Menurutnya berkat adanya peran para media, hal tersebut sangat membantu untuk mensosialisasikan program-program KONI maupun program-program Pemerintah daerah.

Selanjutnya hal lain yang Ia sampaikan dalam acara buka bersama tersebut yaitu ingin menyampaikan bentuk kekecewaannya terhadap pemerintah karena dirasa telah memberikan edukasi yang tidak baik terhadap para atlet, khususnya di wilayah Serang, Cilegon, dan kabupaten Tangerang, “Karena atlet ini diajarkan untuk matre, bahwa tolak ukur para atlet untuk berjuang ini adalah uang. Ini sangat tidak boleh.”ungkapnya pada rekan-rekan media.

Kemudian ketua KONI kabupaten Serang ini menilai bahwa tindakan pemberian apresiasi berupa rupiah kepada para atlet  merupakan bentuk pembodohan. Karena dengan bentuk apresiasi yang seperti itu dirasa membuat para atlet menjadi  terkontaminasi dengan tawaran-tawaran rupiah yang akan lebih menunjang mereka.

Baca Juga:  Alun-alun Kota Serang Bakal Pindah ke Pandean

Pujiyanto menegaskan bahwa pemerintah seharusnya dapat memberikan apresiasi lain yang lebih penting, yaitu dengan cara memperhatikan masa depan para atlet, “Pemerintah harus bisa memberikan apresiasi dengan memperhatikan masa depannya, itu yang paling penting. Karena tidak selamanya uang itu bisa menjamin masa depan mereka. Saya pingin paradigma ini kita ubah.” jelasnya.

Ia juga menambahkan, baiknya para atlet diberikan apresiasi dalam bentuk harti, pengetahuan, keahlian, serta keterampilan. Baginya, pemerintah seharusnya bisa memberikan apresiasi berupa jaminan masa depan. Karena hal tersebut sesuai dengan amanat undang-undang no 3 tahun 2005.

Selain itu Pujiyanto berharap agar pemerintah bisa memberikan apresiasi dengan cara yang berbeda, “Untuk itu saya butuh seluruh teman-teman media yang berada di provinsi Banten, cobalah agak sedikit diberi tekan kepada pemerintah, untuk sedikit berbeda memberikan apresiasi kepada atlet itu jangan selalu dengan harta, tapi harus dengan harti atau ilmu, keterampilan.” tutup Pujiyanto. [ADV]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *