By | 15 April 2019

patron.id Pandeglang, Ratusan masyarakat ikuti dzikir dan do’a bersama yang diselenggarakan Pondok Pesantren Salafiyyah Darul Bayan Gembong di Aula Pesantren, Gembong, Desa Mekarjaya, Panimbang, Pandeglang. Senin (15/4/2019).

Masyarakat Khidmat Mengikuti Dzikir dan Do’a Bersama Hingga Selesai. [patron.id]

Imam Tantowi ketua panitia mengatakan, kegiatan tersebut untuk merekonsiliasi hubungan antar simpatisan jelang pilpers, agar tidak saling memusuhi antar sesama,

“Saya keliling dari kampung ke kampung jelas dapat merasakan adanya friksi diantara kita yang seyogyanya tidak terjadi. Oleh karena itu dzikir dan do’a bersama ini dapat merekonsiliasi hubungan diantara simpatisan pendukung 01 maupun 02, silahkan bagi yang mendukung 01 doakan 01 menang tapi tidak memusuhi tetangganya, begitupun bagi simpatisan nomor urut 02, ini adalah pintu menuju muasolah baina nassyiin.” kata Imam.

Ia menambahkan kegiatan tersebut juga untuk keselamatan bangsa, oleh karena banyaknya ancaman dari berbagai hal jelang pemilihan serentak,

“Sebagai bagian dari entitas bangsa yang sadar akan adanya ancaman dari luar maupun dari dalam menjelang pemilihan serentak, maka sengaja mengadakan kegiatan seperti ini agar kita semua selamat dari berbagai hal-hal yang tidak kita inginkan,” tambahnya.

Baca Juga:  Rusak dan Becek, Kodim 0602 Serang Bangun Jalan Kamalaka

Imam juga mengungkapkan dirinya merasa sedih, lantaran melihat kondisi di Indonesia saat ini banyak yang saling berbenturan. Ia juga berharap dzikir dan do’a bersama yang dilakukan menjadi kekuatan bersama untuk tidak lagi saling memusuhi,

“Saya merasa sedih kalo sesama warga negara republik Indonesia saling berbenturan, sudah kita sudahi. Saya berharap upaya kita bersama untuk keselamatan bangsa ini dapat terwujud. ilahkan yang suka dengan 01 maupun 02 pilih mereka tapi tolong jangan saling menghardik, jangan saling memusuhi, tolong.. tolong. Mudah-mudahan doa kita semua dikabulkan Allah SWT,” Pungkasnya

Untuk diketahui kegiatan dzikir dan do’a bersama dimulai dari pukul 20.30 hingga dini hari, serta dihadiri oleh berbagai elemen dan entitas bangsa, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, Asatdiz, Bapak-bapak dan Ibu-ibu warga setempat. [Red/Baihaki]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *