By | 27 Desember 2018

patron.id – Pandeglang, Polda Banten mengirimkan personil polwan untuk membantu menangani psikis korban pasca bencana tsunami di wilayah Banten. Mereka tergabung dalam Tim Trauma Healing yang tugaskan untuk membantu memulihkan trauma korban tsunami khususnya bagi anak-anak di Kabupaten Pandeglang.

Bupati Pandeglang Bersama Tim Trauma Healing Tangani Anak-anak Korban Tsunami. [patron.id]

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edy Sumardi Priadinata, mengungkapkan bahwa Polwan Polres Serang bersama dengan jajaran personil Polda Banten melakukan pemulihan korban tsunami di Banten dengan cara memberikan penanganan trauma melaksanakan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana tsunami khususnya anak-anak. Ia juga menjelaskan pihaknya perlu memberikan penanganan trauma kepada anak-anak yang menjadi korban tsunami agar mereka tidak larut dalam kesedihan.

“Kami perlu memberikan penanganan trauma kepada anak-anak yang menjadi korban tsunami agar mereka tidak larut dalam kesedihan dan bisa bangkit kembali sedia kala.” ujarnya kepada awak media, Kamis (27/12).

Dalam aksinya, Tim Trauma Healing atau penanganan trauma dari Polwan Banten ini disebar di dua posko yang berlokasi di Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang yakni Posko Pengungsian Lokasi Perhutani Kampung Pasangrahan Desa Sukarame dan Posko Pengungsian Desa Tembong.

Menurut Edy, menangani trauma korban bencana untuk orang dewasa tentu berbeda dengan memberikan penanganan trauma kepada anak-anak korban. Memberikan penanganan trauma kepada anak-anak korban bencana tsunami, lanjut Edy, justru harus lebih berhati-hati agar tidak membuatnya semakin sedih.

Baca Juga:  Galang Donasi, Wujud Kepedulian Mahasiswa Kepada Korban Tsunami

“Langkah awal yang dilakukan oleh Team Trauma Healing adalah dengan tetap mengajak si kecil berkomunikasi dengan bertanya mengenai kondisinya dan apa yang sedang mereka pikirkan dan rasakan. Meskipun team sudah mengetahui bahwa anak sedang dalam keadaan bingung dan belum mengerti apa yang sedang terjadi.” kata Kabid Humas Polda Banten.

Ia juga menyebutkan ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam memberikan penanganan trauma kepada anak-anak korban tsunami yaitu mengajak anak berkomunikasi seperti biasa, memberikan motivasi, menguatkan mental anak dengan membangun semangatnya, membujuk anak agar mau bermain dengan teman sebayanya, mengajak anak bercanda agar ceria kembali, dan tidak menunjukkan rasa sedih.

“Adapun langkah-langkah yang dilakukan agar anak-anak tidak bersedih yaitu kami mengajak anak berkomunikasi seperti biasa, memberikan motivasi, menguatkan mental anak dengan membangun semangatnya. Selain itu membujuk mereka agar mau bermain dengan teman seumurnya, tidak menunjukan rasa sedih, dan mengajak anak bercanda agar ceria kembali.” ungkapnya. [Red/Royadi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *