By | 13 Mei 2020

patron.id– Pandeglang, Pengurus Cabang (PC) Pandeglang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menilai pembangunan Proyek Preservasi Jalan Nasional Pandeglang, Saketi, dan Simpang Labuan terkesan asal-asalan.

Yandi Isnendi Ketua PC PMII Pandeglang menilai, anggaran yang menghabiskan milyaran rupiah itu tidak dimanfaatkan secara baik oleh pihak perusahaan maupun Pelaksana proyek.

“Kami menuntut agar pihak CV. ASP di blacklist. dan kami menuntut agar pihak perusahaan CV. Agung Sadewa Pratama yang dinaungi PT. Pundi Viwi Perdana di Blacklist karena diduga tidak sesuai aturan yang diterapkan pemerintah paska pelaksanaan pekerjaan lalai untuk keselamatan kerja dan lalu lintas,”Ungkapnya

Selain itu menurutnya perusahaan tersebut melanggar Undang-undang tentang Jasa Kontruksi.

“Perusahaan tersebut diduga melanggar peraturan yaitu, undang-undang republik Indonesia No 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi, Jo. UU No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi, Jo  Publik Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.13/PRT/M/2011 Tentang Tata Cara Pemeliharaan Dan Penilik Jalan, Jo. Undang-undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, Jo. PP RI  nomor 37 tahun 2017 Tentang Keselamatan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.” Tandasnya

Baca Juga:  Rumah Warga Kab.Serang Ambruk Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang

Lebih lanjut Yandi menegaskan, agar Pemerintah Provinsi Banten dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten harus memblacklist dan mengevaluasi perusahaan yang melanggar peraturan yang ditetapkan.

“Kepala dinas DPUPR Provinsi Banten harus mengevaluasi dan memecat jika Ada ASN di DPUPR Provinsi Banten yang bermain proyek dan menekan kepada  Pejabat pembuat komitmen (PPK) harus memanggil dan menindak tegas kepada pihak perusahaan apabila ditemukan pelanggaran dalam proyek preservasi Jalan Nasional.” Pungkasnya.[Red/Baihaki]

Bagikan: