By | 12 Agustus 2020

patron.id – Serang, Warga Kecamatan Kasemen sempat digegerkan perihal sistem buka-tutup saluran bendungan air di Pamarayan yang dikhawatirkan akan mengganggu pada proses tanam padi lantaran kekurangan pasokan air.

Salah satu petani asal Kelurahan Sawah Luhur Kecamatan Kasemen Zainul mengkonfirmasi secara terbuka, bahwa informasi yang beredar di Masyarakat Kasemen terkait penutupan saluran bendungan air di Pamarayan adalah berita bohong.

“Itu bohong kalau ada yang berbicara penutupan untuk Pamarayan Barat silahkan diintruksi aja. Artinya dikoreksi aja siapa dan dari mana sumbernya, jangan sampai bikin isu yang ga bener,” kata Zainul saat mengumumkan perihal tersebut di sela-sela acara Penyerahan Bantuan Beras bagi Petani, Buruh Tani dan Kelompok Tani Wanita, di Kantor Kelurahan Kilasah Kecamatan Kasemen Kota Serang, pada Rabu (12/8/2020).

Ia menjelaskan, sejak tahun 2019 pihak kontraktor dan Balai Pertanian Provinsi Banten menyatakan tidak akan menutup saluran air untuk wilayah barat, terhitung mulai dari bulan Juni hingga Desember 2020. Sementara, sistem buka-tutup saluran air itu hanya dilakukan pada wilayah utara dan timur.

Wilayah Barat diantaranya Ciruas, sebagian Keragilan, sebagian Pontang, Kasemen, Cikesal, Kramatwatu dan Serdang. Wilayah Utara yakni sebagian Keragilan, sebagian Pontang, Lebakwangi, Tirtayasa, dan Carenang. Wilayah Timur yaitu Bandung, Cikande, Binuang, dan Pamarayan.

“Nah untuk wilayah barat sampai detik ini belum ada konfirmasi soal buka tutup saluran air,” terang Zainul kepada patron.id

Ketika ditanya siapa pelaku yang menyebarkan informasi tersebut, ia tidak menjawab dengan tidak jelas. Ia hanya menyebutkan, bahwa informasi hoak atau berita bohong tersebut didapat melalui mulut ke mulut.

“Ya tidak tahu, orang-orang pokoknya ada yang bilang dari mulut ke mulut bahwa tanggal sekian tutup bulan sekian tutup. Kemungkinan saya menebaknya orang tersebut tahu jadwalnya saja tapi tidak membaca judul (wilayah mana yang ditutup),” sebut dia.

Baca Juga:  Anak Perempuan Tergantung di Kabel Sutet Bertegangan Tinggi

Jika saluran air di wilayah barat ditutup, dikatakan Zainul, maka persawahan di Kecamatan Kasemen Kota Serang akan mengalami kekeringan dan gagal panen.

“Ya ga mengalir sama sekali. Kalau sekarang omongan saya ga jelas, silahkan anda survei ke utara dan timur,p silahkan airnya mengalir ga. Sementara di Kasemen untuk barat ga tutup kan. Kasihan sama petani yang tamanannya masih kecil,” tandasnya.

Menanggapi perihal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kota Serang Edinata Sukarya mendukung para petani Kecamatan Kasemen yang telah kompak menangkal informasi hoax atau berita bohong terkait sistem buka-tutup saluran air bandungan di Pamarayan yang akan

“Tanggapan saya bagus itu, maksudnya gini di Kota Serang ini di Kasemen ini disinyalir ada orang mengatakan akan ditutup, ternyata tidak,” kata Edinata di tempat yang sama.

Bahkan Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pertanian telah melakukan kerjasama dengan Balai Pamarayan untuk tidak melakukan penutupan saluran air yang akan berdampak pada tanaman padi terutama di wilayah Kasemen.

“Kita sudah komitmen dengan pihak sana dengan Balai Pamarayan, itu kan kelihatan ada airnya. Insya Allah sampe Desember, saya agak enak ga mungkin kekeringan,” terang dia

Jika hal itu terjadi, Edinata mengungkapkan, akan membahayakan persawahan serta para petani di Kasemen. Selaim itu, ia juga akan melakukan upaya dengan Balai Pamarayan terkait pasukan saluran air untuk wilayah barat terutama di Kecamatan Kasemen Kota Serang.

“Kita harus kompak lagi ke sana (Balai Pamarayan). Kita juga sering dateng ke sana, jangan ditutup, ini lagi bunting sawahnya. Insya allah kelompok kita rajin kalau sudah begini, ditutup aja bahaya, rame di sini nanti,” ungkapnya. [Red/Roy]

Bagikan: