By | 21 Januari 2019

patron.id – Pandeglang, Sejumlah warga masyarakat Kampung Selagunung Kelurahan Pagerbatu Kabupaten Pandeglang mengikuti pelatihan kerajian tangan dalam acara seminar kewirausahaan yang diselenggarakan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bekerjasama dengan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Provinsi Banten, Senin (21/1/2019), di Kantor Kelurahan Pagerbatu.

Seminar Kewirausahaan bertajuk “Optimalisasi Peran Mahasiswa Dalam Mewujudkan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Sumber Daya Manusia Dalam Bidang Hasil Pertanian dan Berwawasan Kewirausahaan” ini diikuti sebanyak 25 peserta, yang didominasi kaum ibu-ibu.

Wakil Ketua Kelompok KKM Mandiri Kp. Selagunung, Sukmana, menjelaskan tujuan diadakannya pelatihan tersebut adalah sebagai upaya memanfaatkan potensi keahlian yang dimiliki masyarakat Kampung Selagunug dalam membuat kerajian tangan dalam bentuk anyaman sehingga hasil anyamannya bisa bernilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ia juga mengapresiasi GenBI Provinsi Banten selaku narasumber yang memaparkan materinya begitu sederhana sehingga mudah dipahami para peserta pelatihan. Pihaknya juga merasa senang melihat para peserta begitu aktif selama mengikuti pelatihan.

“Seminar tadi menurut saya sangat menarik, selain dari segi materi yang simple dan juga dari segi penyampaiannya cukup menarik karena tidak terlalu kaku dan adanya interaksi dengan peserta.

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat Kp. Selagunung mampu menjaga serta meningkatkan kualitas produk anyamannya. Sehingga kerajinan tangan yang dihasilkan warga Kp. Selagunung ini juga diharapkan bisa dikenal oleh masyarakat luas.

“Semoga kerajinan tangan khususnya anyaman Selagunung ini lebih dikenal luas oleh masyarakat luar dan bisa terus menjaga dan meningkatkan kualitas anyaman tersebut.” harapnya.

Terkait kualitas anyaman, menurut Rahmat Kudus Jaelani, selalu pemateri dari GenBI Provinsi Banten, pihaknya mengakui kualitas anyaman yang dihasilkan warga Kp. Selagunung dan produknya bisa ditingkatkan lebih baik lagi. Hal itu dikatakan Rahmat agar bisa membedakan mana produk hasil Selagunung dan mana produk anyaman dari daerah lain.

“Melihat potensi di Selagunung ini memiliki potensi yang sangat bagus untuk masalah anyaman karena dari segi kualitas kita bisa lihat itu lebih bagus dan itu bisa dikembangkan misalnya untuk masalah brandnya. Supaya di pasaran bisa diketahui mana produk selagunung dan mana produk yang lain.” ujarnya.

Baca Juga:  Pro Kontra Belajar Tatap Muka, Orangtua Murid : Takut Tertular

Bahkan ia yakin bahwa potensi yang ada di Kampung Selagunung ini sangat menjanjikan untuk masyarakat pribumi terkait membuat kerajinan tangan dalam bentuk anyaman. Maka dari itu, ia menyarankan Kelompok KKM Mandiri Untirta yang berlokasi di Kp. Selagunung mampu menyampaikan ilmu yang mereka miliki selama di bangku perkuliahan untuk diberikan dan dirasakan oleh masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah pengabdian masyarakat yang diterapkan melalui KKM.

Peningkatan kualitas produk kerajian tangan anyaman Kp. Selagunung juga diharapkan Kepala Kelurahan Pagerbatu, A. Yana Wijaya. Ia mengungkapkan bahwa kualitas anyaman yang dihasilkan Kp. Selagunung selama ini menggunakan modal mandiri dan terkait pemasaran pun hanya mengandalkan pesanan.

“Alhamdulillah sekali saya berharap nanti masyarakat di sini bisa mengembangkan usaha anyaman, karna anyaman ini mereka modalnya hanya mandiri dan pemasaran juga mereka bukan dari media online tapi melalui pesanan. Setelah produk anyaman jadi, itu dikirim ke bekasi. Jadi distributor itu mengambil dari Selagunung tapi kurangnya itu promosi.” ungkapnya.

Oleh karena itu melalui kegiatan pelatihan ini ia berharap pola pikir masyarakat Kp. Selagunung bisa lebih maju demi mengembangkan produk anyamannya sehingga produknya bisa dikenal oleh masyarakat luas. Hal itu dikatakan Yana Wijaya lantaran masyarakat sudah dibekali cara membuatan logo, membuat halaman website berupa blogspot, dan sosialisasi pemasangan label atau merek pada produk anyaman Selagunung.

“Saya berharap setelah diadakannya seminar ini mereka pola pikirnya bisa lebih maju dan produknya juga mungkin bisa memiliki ciri khas Selagunung serta pemasarannya lebih luas.” katanya.

Selain mencari potensi yang ada di Kampung Selagunung, peserta KKM Mandiri Untirta juga memberikan ide-ide untuk kemajuan jangka panjang dan jangka pendek selama program KKM berlangsung sejak 3 Januari hingga 3 Februari. [Red/Royadi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *