By | 3 Maret 2019

patron.id Serang, Minggu siang aula Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten di Kemang kota Serang diisi dengan kegiatan Reuni Santriversitas kota Serang, yang membesut tema Ngopi dan Bermimpi Bersama Alumni dalam Diskusi. (3/3/2019)

[doc.patron.id]

Founder santriversias, Kota Serang, Imam Tantowi dalam forum mengungkapkan santriversitas sebagai ruang pengabdian yang sadar akan nilai kebaikan,

“Kita tidak boleh missinterpretasi bahwa santriversitas ini adalah ruang pengabdian jadi kita harus sadar betul kalaupun kita kerja keras tidak digaji, salah dicaci maki dan benar tidak dipuji maka itulah esensi dari santriversitas, kalo kalian tidak keluar dari koridor itu percayalah ada added value disana atau tambahnya nilai kebaikan,” ungkapnya.

Selain itu, Iiz Izzuddin juga salah satu founder Bimbingan Pasca Ujian Nasionan (BPUN) yang sekarang berubah menjadi Santriversitas tersebut menjelaskan, kegiatan reuni santriversitas merupakan bukti alumni cinta persatuan yang siap memutus rantai kebodohan terutama dalam urusan pendidikan,

Baca Juga:  Puluhan Mahasiswa mendeklarasikan The Legal Education Indonesia

“Ada dua hal yang perlu saya sampaikan, dengan adanya santriversitas ini kita akan bersama-sama memutus rantai kebodohan, kemiskinan atau ketidak mandirian yang menjangkit, dan ini merupakan kepedulian kita terhadap sesama,” jelas Iiz Izuddin.

Ia juga menambahkan, adanya reuni ini agar tidak keluar dari orientasi yang berlaku pada santriversitas itu sendiri,

“Dengan dipertemukannya kita diforum ini, ini membuktikan bahwa kita masih mencintai persatuan dan NKRI karena kita sadar betul dengan adanya kegiatan santriversitas ini mampu memberikan ruang terhadap orang-orang yang tidak mampu secara finansial namun punya keinginan yang kuat untuk mendapatkan kesempatan yang sama,” pungkasnya. [Red/Aldi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *