By | 25 Juli 2019

patron.id – Pandeglang, Berbicara mengenai seks bebas dikalangan remaja, mungkin sudah menjadi hal lumrah di era digital ini. Melihat hal tersebut, pemuda desa Cigondang dan Teluk ngobrol pintar (Ngopi) mengenai Relationship And Health pada Rabu, (24/07/19).

Diskusi yang berlangsung di salah satu kafe yang berada di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang ini turut mendatangkan Dokter Lintas Batas atau yang biasa dikenal dengan Medecins Sans Frontieres (MSF) merupakan organisasi kemanusiaan medis internasional independen yang memberikan bantuan darurat bagi masyarakat yang terkena dampak konflik bersenjata, epidemi, orang-orang yang tidak mendapatkan layanan kesehatan serta korban bencana alam.

Egi, salah satu pemuda desa Teluk yang mengikuti diskusi tersebut mengatakan, “ngopi” bersama MSF tersebut cukup menarik untuk mendapatkan pengetahuan seksual bagi kalangan millenial. Menurutnya jika pendidikan seks sudah disosialisasikan kepada anak-anak dan remaja, kaum millenial dapat menghindari perbuatan seperti seks bebas dikalangan muda-mudi.

Baca Juga:  SAF Mengadakan Diskusi Publik Menyoal Keterwakilan Perempuan di Parlemen

“Diskusi malam ini bagus, sangat ngena untuk remaja. Memang pengaruh seks dalam pacaran itu sangat marak sekali. Perilaku seks itu tidak layak untuk dilakukan para remaja,” tururnya.

Sementara itu, Ahmad Suryadi salah satu pemantik dokter lintas batas yang memberikan pelayanan edukasi pada kegiatan yang berlangsung pada Rabu malam mengatakan, berbagai isu yang diterima bahwa para remaja Labuan banyak melakukan seks bebas, maka dari itu pihaknya ingin memberikan edukasi mengenai kesehatan.

“Karena kita melihat disini berbagai isu bahwa masyarakat, pemuda remaja Labuan banyak melakukan hubungan-hubungan seks bebas. Untuk itu kita (Dokter Lintas Batas-red) ingin memberikan pengetahuan dan mengetahui remaja Labuan ketika ada relation dengan teman wanitanya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pengetahuan kesehatan ketika melakukan hubungan seksual seperti pemakaian alat kontrasepsi pun dinilai amat perlu.

“Bagaimana seks yang aman, proteksi menggunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual,” pungkas dokter lintas batas yang akrab disapa Adi. [Red / Setiadiwangsa]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *