By | 28 Maret 2019

patron.id – Serang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Untirta (Fisip Untirta) menggelar kegiatan Program Lesehan Fisip (POSESIF) di Aula PKM B Untirta, Serang, Rabu, (27/3/2019) mengusung tema “Pemilihan Rektor 2019 : Pentingkah Untuk Mahasiswa?”


Narasumber yang hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor 1 bidang Akademik, H. Fatah Sulaiman, Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor Hadi Wahyudi, Akademisi Untirta Abdul Hamid, serta perwakilan mahasiswa Untirta Galiano Diego Armando.

Fatah Sulaiman, Warek I bidang Akademik memaparkan, ada beberapa pandangan dari masing-masing narasumber yang menyatakan bahwa dalam menuju Revolusi Industri 4.0 Untirta sedang menuju era baru.

“Walaupun secara realitasnya masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki di sana sini dalam upaya menuju kampus yang berkelas dunia,” Ungkapnya.

Selain itu, pada mekanisme dan tahapan Pemilihan Rektor 2019 tersebut, langkah terdekat yang akan dilakukan adalah tahap penyaringan calon pada tanggal 10 April 2019, dengan agenda penyampaian visi dan misi disambung pada tanggal 12 April 2019 yaitu dengan penyaringan dari 4 calon Rektor menjadi 3 yang ditentukan oleh Senat. Adapun panitia dalam pemilihan tersebut berasal dari tiga unsur, yakni 3 orang senat, 3 orang dosen dan 3 orang lagi dari tenaga pendidikan.

Disisilain adanya pandangan mahasiswa pada kegiatan Pemilihan Rektor ini tidak akan mengubah keadaan yang sudah ada. Salah seorang perwakilan mahasiswa, Galiano Diego mengungkapkan kampus akan tetap menjadi mahal dan liberal secara system,

“Kampus hanya melaksanakan apa yang telah tertulis dalam UU No 12 Tahun 2012 yang mana memberikan otonomi kepada kampus untuk mengelola keuangannya secara mandiri,” ungkapnya.

Selanjutnya, dari hasil diskusi yang dilakukan pada hari Rabu lalu, BEM Fisip mengkalrifikasi terkait segala issue dan persepsi yang berkembang secara luas mengenai keberpihakannya. BEM FISIP menjelaskan adanya diskusi tersebut semata-mata adalah upaya BEM FISIP untuk mencerdaskan sesama dan mengangkatnya ke ruang publik terkait Pemilihan Rektor tersebut.

Baca Juga:  DPD PPNI Kota Serang Siap Rayakan HUT ke 46

BEM FISIP menjelaskan bahwa BEM FISIP Untirta tetap menjaga keberpihakannya kepada independensi organisasi dan tidak memihak kepada calon rektor manapun,

“Alasan kami dalam memilih narasumber diskusi pun kami sesuaikan dengan keadaan, seperti waktu disksusi, kapabiltas narasumber, dan tidak ada intervensi politik dari individu calon ataupun lembaga terkait untuk memenangkan salah satu calon,” ungkapnya melalui press rilis.

Lebih lanjut BEM Fisip mengungkapkan bahwa issue Pemilihan Rektor ini berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan pada periode Maret 2019 dengan responden mahasiswa Fisip dengan hasil sebagai berikut :
36,2 % Pemilihan Rektor
36,2 % Feminisme
17,2 % Multikulturalisme​
10,3 % Pemilhan Presiden
Dengan demikian BEM Fisip mengangkat issue Pemilihan Rektor dengan mengutamakan objektifitas,

“Adapun kami memilih Pemilihan Rektor karena dirasa issue yang sangat dekat dengan mahasiswa dan urgensi yang cukup tinggi karena berkaitan dengan internal kampus itu sendiri,” Lanjut BEM FISIP Untirta.

Selain itu BEM FISIP membuat pernyataan sikapnya terkait issu-issue yang tengah beredar. BEM FISIP Untirta mengatakan secara organisasi ataupun individu menyatakan bersikap netral dalam Pemilihan Rektor 2019, serta tidak berafiliasi dan tidak diintervensi oleh pihak manapun,

“Dengan adanya press release ini, kami berharap tidak ada lagi persepsi serta issu-issue liar yang berkembang yang meragukan independensi BEM FISIP Untirta.” tutupnya melalui press rilis.[Red/Cj-Ibnu]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *