By | 23 Juli 2020

patron.id – Serang, Pemerintah Kelurahan Sumur Pecung membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sekitar 15 orang dari tiap rukun warga. Diketahi Ustad Solihin warga asal Lingkungan Bhayangkara RT/RW 04/08. Pembentukan KIM bertujuan sebagai salah satu upaya Pemkel Sumur Pecung dalam mengurangi penyebaran hoax atau kabar, informasi, berita palsu atau bohong. Terutama dalam menyampaikan perihal program Pemerintah Kota Serang.

Menurut Sekretaris Kelurahan Sumur Pecung Tuti Sumiyati, pemerintah telah belajar dari kasus pademi Covid-19. Sebab selama wabah ini merebak, masyarakat begitu resah terhadap hoaks terutama perihal pemeriksaan rapid tes.

“Misalnya rapid tes. Warga tahunya rapid tes itu pemeriksaan yang langsung dari tenggorokan, itu salah satu isu hoaks yang meresahkan masyarakat. Padahal hanya sekedar pemeriksaan darah saja,” kata Tuti, di ruang kerjanya kepada patron.id, pada Kamis (23/7/2020).

Dijelaskan Tuti, terjadinya hoax atau berita bohong akibat kurangnya penyuluhan serta pemahaman informasi yang diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, KIM harus bisa mencegah dan meluruskan hoax yang diterima oleh masyarakat.

“Adanya KIM bersinergi dengan kader kesehatan di bawah, di lapangan, harus bisa meminimalisir hoax yang diterima warga,” terangnya.

Terkait tugas KIM, ia mengungkapkan, kelompok ini menyampaikan berbagai informasi yang bersifat publik, terutama program Pemkot Serang maupun Pemkel Sumur Pecung kepada masyarakat melalui media sosial.

Baca Juga:  Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon Bhara Daksa Gelar Bakti Sosial

“Sekarang kan jamannya digital, ada media sosial. Medsos facebook dan instagram, admint-nya dipegang oleh KIM. di dalam media sosial Kelurahan Sumur Pecung ini harus yang safety ya atau aman, yang tidak bisa main share gitu aja. Nah ini salah satu tugas mereka,” ucap dia.

Kehadiran KIM sangat penting, sebagai kepanjangan tangan Diskominfo Kota Serang yang mampu menjembatani antara Pemkot Serang melalui Pemkel Sumur Pecung dalam menyampaikan informasi publik di tingkat kelurahan.

“Pelaksanaannya dimana ya di sini. Pihak kelurahan tetap ada di atas mereka, tetap memantau, tetap mengarahkan jangan sampai menyebarkan isu hoaks. Intinya kita tidak main lepas gitu aja. Pihak kelurahan tetep punya kendali. Kan ini dari masyarakat oleh masyarakat untuk masyarakat,” katanya.

Ia berharap KIM harus berjalan sebagaimana mestinya, walaupun hal ini bersifat kerja sosial. Artinya pihak Pemkel Sumur Pecung tidak menganggarkan honor bagi pengurus KIM tersebut.

“Kami juga nyari orang-orang yang sudah bekerja, punya penghasilan, karena kami belum sanggup ngasih honor, ini kan kerja sosial untuk kemajuan kelurahan. Dari Diskominfo juga ga ada, baru sebatas pembinaan, sosialisasi,” tutupnya. [Red/Roy]

Bagikan: