By | 1 Mei 2020

patron.id – Serang, Terkait pengerjaan irigasi Sungai Ciujung, di Desa Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, yang menuai polemik terkait para pekerja kontraktor yang tiba pukul 03.00 dini hari pada 29 April lalu, Gunawan selaku pihak Konsultan memberikan tanggapan yang mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

“Sebenernya saya tidak tau, yang Datang itu pihak kontraktor, jadi yang bisa lebih menjelaskan pihak kontraktor nya,” ucapnya.

Ia menambahkan, penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pihaknya sudah mengikuti aturan tersebut.

“Terkait penanganan Covid 19 penerapan SOP pihak kita ikuti saran dari balai untuk konsultan untuk physical distansing itu wajib pak, terus APD termasuk masker, helm, semuanya kalau dari kita adapun peraturan dari kita mereka itu tiap hari harus kontrol  perlengkapan APD nya apa saja (rompi, sepatu, helm) nah itu saya tambahkan juga cek suhu berangkat berapa pulang berapa suhunya. Selebihnya pihak kontraktor kita tetep menjaga tidak mau ada yang tidak di inginkan seperti itu pak, adapun ada orang luar yang datang kita tidak tahu yang harus tahu pihak kontraktor,” pungkasnya.

Muhammad Taftahjari selaku Lembaga Pemasyarakatan Desa (LPM)

Sementara itu, Muhammad Taftahjari selaku Lembaga Pemasyarakatan Desa (LPM) mengungkapkan, saat ini masyarakat Desa Pontang merasa resah karena kedatangan pekerja pembangunan irigasi sungai Ciujung yang hendak mendatangkan 30 orang petukang.

Baca Juga:  Pujiyanto Minta Media Sampaikan Gagasannya Kepada Pemerintah.

Ditengah merebaknya pandemi Covid-19 sekarang ini, masyarakat menginginkan para pegawai pengerjaan irigasi tersebut memberikan surat bukti keterangan sehat dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Pontang.

“Kalau ada petukang, kira-kira 30 orang yang mau didatangkan dari Jawa, cek dulu kesehatannya ke puskesmas Pontang. Kalau udah sehat betul dan ada surat dari puskesmas, saya terima. Masyarakat kan ga resah. Kalau meragukan gaada surat sehat, ya mendingan petukang dari Desa Pontang aja kan banyak,” imbuhnya kepada jurnalis patron.id, pada Jum’at (1/5/2020)

Dari ke-enam orang pekerja pembangunan irigasi yang tiba di desa tersebut pada 29 April lalu, masyarakat meminta kepada konsultan yang mengiyakan untuk melakukan pengecekan kesehatan, hingga saat ini masyarakat Desa Pontang belum menerima adanya laporan mengenai hal tersebut.

Konsultan yang menerima, datang juga belum ada laporan untuk pekerja yang enam orang itu,” tandasnya

Mengenai surat pemberitahuan pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Ciujung yang meniadakan Sosialisasi, lebih lanjut  Taftahjari menegaskan, kendati  demikian pembangunan yang hendak menyusuri bantaran sungai Ciujung tersebut, hendaknya mensosialisasikan terlebih dahulu kepada aparatur setempat.

“Takut ada komplain dari masyarakat, kasian juga kalau yang kena bangunan ngga dapet ganti rugi dan ga ada sosialisasi. Kasih surat ke pak RT, nanti pak RT menyampaikan ke masyarakat,” tutupnya.[Red/Bahri]

Bagikan: