By | 10 April 2020

Oleh : Dita Ramadanti

Bagaimana sih agar  belajar menjadi menyenangkan ? Yah,dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan seru pastinya. Barangkali kerabat patron ada yang tau media pembelajaran itu apa?  Nah,yuk kita simak pengertian media pembelajaran menurut ahli.Menurut Romiszowski (2001), media pembelajaran adalah media yang efektif untuk melaksanakan proses yang direncanakan dengan baik.

Sekarang sudah tahu kan apa itu media pembelajaran?  Agar lebih mendalaminya yuk kita baca tulisan dibawah ini.

Proses belajar mengajar dengan menggunakan media dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan penggunaan media dalam suatu pembelajaran sangat berguna agar didalam kelas tidak terlalu monoton. Seorang pendidik harus bisa berinovatif dalam memikirkan media apa yang cocok di kelas yang tentunya dapat menarik minat siswa dalam proses belajar.

Kedudukan media pengajaran ada dalam komponen metode mengajar sebagai salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi guru dengan siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Oleh sebab itu, fungsi utama dari media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yakni menunjang penggunaan metode mengajar yang di pergunakan oleh pendidik.

Melalui penggunaan media pengajaran diharapkan dapat mempertinggi kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa.

Banyak media pembelajaran di sekitar kita. Namun kadang kita tidak menyadari bahwa media tersebut dapat digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan yaitu dengan media semi modern, lebih spesifiknya kita bisa menggunakan permainan klasik melalui penggunaan proyektor.

Belajar sambil bermain dengan permainan klasik dapat menyenangkan dan kita sebagai generasi milenials harus melestarikan permainan-permainan tradisional. Oleh karena itu, sebuah kebanggan tersendiri bagi Indonesia.

Selain itu, permainan klasik banyak memberikan pesan yang baik. Di sisi lain permainan klasik dapat memepererat interaksi langsung dengan manusia. Dalam pembelajaran sosiologi hal ini dapat diterapkan di dalam kelas supaya siswa memiliki semangat dalam belajar karena dengan cara ini belajar menjadi menyenangkan. 

Seorang pendidik harus mengajarkan kepada siswa bagaimana harus bersikap baik terhadap masyarakat. Kemudian, siswa tersebut harus mengimplementasikan di masyarakat mengenai prilaku dirinya yang mengaharuskan untuk bersikap baik. Agar tidak terlabeling buruk oleh masyarakat sekitar karena kita orang yang berpendidikan.

Maka dari itu, media semi modern dengan permainan tradisional berbasis audio-visual tepat jika digunakan dalam proses belajar mengajar. Selain harus melestarikan budaya tradisional  kita juga tak lupa untuk harus terus mengembangkan teknologi. Nah, teknologi yang di gunakan banyak sekali untuk proses belajar mengajar.

Seperti proyektor, Handpone, dan lain-lain. Permainan tradisional  yang bisa kita gunakan dalam proses belajar juga banyak. Salah satu contohnya yaitu dengan menggunakan congklak  melalui proyektor. Dalam permainan congklak ini banyak sekali memberikan pelajaran moral untuk peserta didik .

Baca Juga:  Pelajaran Jarak Jauh Tidak Akan Efektif dan Kondusif

Tetapi, permainan congklak ketika di gunakan sebagai media pembelajaran di kelas sedikit berbeda dengan cara main pada biasanya. Biasanya permainan congklak di mainkan secara individu dengan individu. Tetapi kalau di kelas permainannya dilakukan secara kelompok dengan kelompok. Kelompok tersebut dibagi menjadi dua saja.

Pilih salah satu dari kapten tersebut. Kemudian kaptenlah yang akan memainkan congklak tersebut. Di setiap butir congklak terdapat tulisan mengenai materi sosiologi yang berupa pertanyaan. Kemudian anggota kelompok harus dapat menjawab pertanyaan tersebut. Contohnya: ketika biji congklak tersebut sudah di sebar kedalam lubang.

Satu lubang 7 biji.  Kedua kapten swit untuk mengetahui siapa yang akan mulai  menjalankan biji tersebut pertama.  Misal kapten A menjalankan biji congklak kemudian biji yang terakhir harus di buka dan dibaca pertanyaannya kemudian harus di jawab oleh anggota A ketika dari semua anggota A tersebut tidak dapat menjawab.

Maka pertanyaannya nya akan di lempar ke kelompok B.   Dalam permainan ini siswa harus sebanyak banyaknya menjawab pertanyaan tersebut. Jika  sudah di ketahui mana yang kalah dapat diberikan sanksi berupa  hafalan jawaban dari pertanyaan  tersebut. Dan untuk yang menang akan mendapatkan reward berupa nilai yang bagus.

Dalam permainan ini siswa dilatih untuk  belajar jujur dan menaati aturan.

  1. Belajar Jujur

Biji Congklak yang dibagikan haruslah satu per satu ke dalam setiap lubang. Melalui hal tersebut, anak dapat belajar jujur untuk meletakkan satu biji sesuai tempatnya dan ketika anak atau pemain tersebut kehabisan biji, maka anak tersebut harus mengakui bahwa bijinya telah habis dan memberikan kesempatan lawannya untuk bermain.

  1. Belajar Menaati Aturan

Dalam bermain Congklak, ada aturan yang harus diikuti yakni para pemian tidak boleh memasukan biji Congklak ke lubang besar milik lawannya. Oleh sebab itu, anak dapat mulai sedikit demi sedikit belajar menaati aturan.

Tersimpan banyak manfaat yang secara tidak langsung dapat menjadi media belajar melalui bermain bagi anak di kelas . Alangkah baiknya jika permainan tradisional seperti Congklak dan permainan lainnya tidak ditinggalkan melainkan harus dilestarikan.  Secara tidak langsung dalam pembelajaran  terdapat pendidikan moralnya.

Media pembelajaran dengan cara bermain congklak ini termasuk kepada Pembelajaran Berpusat Pada Siswa  (Student Centred Learning) merupakan pendekatan Pembelajaran Kurikulum 2013 tertuang secara jelas dalam Permendikbud No. 81A tentang Implementasi Kurikulum 2013. Dimana siswa yang berperan aktif dalam kelas sedangkan seorang guru hanya sebagai falsilitator saja.

Bagaimana Tanggapan Anda kerabat patron yang budiman?

Penulis Dita Ramadanti Mahasiswa Aktif, NIM          : 2290180018 dan Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Media dan Sumber Pembelajraan

Bagikan: