By | 24 Februari 2020

patron.id – Lebak, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lebak akan menggelar Simposiom Anggaran dan Pondok Pesantren Anggaran selama 9 hari 25 Februari sampai 05 Maret 2020.

Muhammad Yusuf selaku ketua pelaksana berharap pendidikan tersebut dapat melahirkan kader-kader yang kritis terhadap segala kebijakan anggaran dan tetap berpihak kepada masyarakat.

“Saya berharap, dari pendidikan yang digelar 9 hari ini mampu melahirkan kader-kader yang kritis kepada kebijakan anggaran yang tidak memihak kepada rakyat.” Ujar Muhammad Yusuf.

Muhammad Yusuf menegaskan tidak akan main-main dalam pelaksanaan tersebut.

“Tentunya kami sebagai pihak penyelenggara tidak main-main untuk melaksanakan tugas yang diamanahkan oleh UUD 1945 untuk mencerdaskan anak bangsa. Dan insyaAllah PC PMII Lebak akan bekerjasama dengen Center for Budget Analysis (CBA).” Tegas Muhammad Yusuf

Teguh Pati Ajidarma, ketua umum PC PMII Lebak menghumbau kepada seluruh pengguna APBD maupun APBN untuk tidak bermain-main dalam menggunakan anggaran tersebut.

“Karena segala sesuatu yang dijadikan program kerja tentunya harus berdampak terhadap hak-hak kerakyatan, saya mengaskan untuk tidak bermain-main dalam anggaran.” ungkapnya

Baca Juga:  Kolaborasi Kukerta UIN Banten Bersama IRPA Sambut HUT RI Ke-74

Ketua PC PMII Lebak mengatakan bahwa kegiatan tersebut yang pertama kalinya digelar dan akan ditindak lanjuti terus menerus.

“Kegiatan ini pertama dilaksanakan oleh PC PMII Lebak dan pasti akan terus menerus kami laksanakan untuk merawat nalar kritis para mahasiswa di Kabupaten Lebak.” Ujar Teguh Pati Ajidarma kepada jurnalis patron.id

Ia juga memaparkan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut dan memaparkan esensi yang ada didalamnya

“Ini kan temanya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk siapa? Sebetulnya uang itu untuk siapa sih? Kan untuk rakyat. Maka, dalam setiap unsur yang menggunakan anggaran rakyat jangan main-main. Harus berdampak terhadap rakyat.” Tegas Teguh Pati Ajidarma

Menurut pemaparan Teguh, pada prinsipnya perasoalan anggaran itu harus di sandarkan kepada beberapa prinsip salah satunya prinsip rasional.

“Anggaran itu kan harus rasional, jangan di gede-gedein gitu lho, jangan juga di kecil-kecilin. Harus rasional. Masa iya tadi saya cek ada yang cuma beli kertas HVS aja habis sampai 10 juta. Kan ini gak rasional.” Tegas teguh. [Red/Aswari]

Bagikan: