By | 25 Juni 2020

patron.id – Kota Metro, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Metro menggelar dialog pemilihan kepala daerah (PILKADA) Kota Metro Via Zoom Cloud dan Live on Youtobe, Mengenai regulasi dalam pelaksanaan pilkada kota Metro di tengah Pandemi covid-19, pada Kamis (25/6/2020).

Dialog tersebut diikuti oleh 50-100 Peserta, Diantaranya 50 peserta yang mengikuti via aplikasi Zoom Cloud dan 50 Peserta mengikuti via Live on Youtube di akun @pmiimetro yang dipandu langsung oleh Singgih Prayogo selaku Moderator.

Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa narasumber yang merupakan Kader PMII Metro  yaitu Hendro Edi Saputro selaku Anggota Bawaslu Kota Metro, Toni Wijaya Anggota KPU Kota Metro, dan  Mudai Yunus MABINCAB Kota Metro.

Ketua Umum PMII Metro Ari Kurniawan, memberikan sambutan mengenai Pandemi Covid-19 yang hari ini bertransformasi yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya memunculkan keterbatasan dalam bergerak dan bersilahturahim antar sesama secara langsung.

“Di tengah Pandemi covid-19 seluruh masyarakat tidak bisa berjumpa secara biologis dan berkumpul seperti hari-hari biasanya sehingga sedikit memiliki jarak untuk dapat berkomunikasi dan bertemu. Hari ini melalui media-media virtual yang ditekankan untuk menjadi solusi sehingga kita dapat merawat kembali kebiasaan dalam bersilahturahim serta melakukan roda gerakan kaderisasi”, Ujar Ari Kurniawan.

Baca Juga:  Ponpes Dar El Hasanah Gelar LDKS, Ciptakan Calon Pemimpin Masa Depan

Toni Wijaya dalam dialog tersebut memaparkan bahwa PILKADA Kota Metro tetap dijalankan sesuai dengan Protokol Covid-19.

“Regulasi yang dimunculkan dalam PILKADA tahun ini tetap mengacu pada tahun kemarin hanya saja tahun ini sedikit berbeda dan harus memenuhi Standar Operasional Pemerintah (SOP) Protokol kesehatan 2019” ujarnya

Sementara itu Mudai Yunus sebagai Mabincab mengatakan bahwa, mahasiswa harus mengawal kebijakan juga mengawasi kinerja Bawaslu dan KPU.

“Kinerja hari ini sudah mulai digalakkan kembali dalam menjalankan aktivitas. Dan untuk mahasiswa maupun kader aktivis dalam menanggapi hal tersebut harus dapat mengawal kebijakan-kebijakan dalam pilkada tahun ini dan mengawasi kinerja yang ada di Bawaslu dan KPU lalu mensosialisasikan bagaimana pentingnya PILKADA Kota Metro tahun 2020” Pungkasnya.[Red/Aswari]

Bagikan: