By | 19 Februari 2019

patron.id – Serang, Kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Serang, Sunardi, mendatangi kantor Bawaslu Kota Serang untuk melaporkan salah satu caleg dari Partai Berkarya, Husin Iskandar, yang telah melakukan pengeroyokan terhadap dirinya, Komplek Rs Pemda, Cipocok, Kota Serang, Selasa (19/2/2019)

Di hadapan Ketua Bawaslu Kota Serang, Faridi, Sunardi menceritakan kronologi terjadinya pengeroyokan terhadap dirinya. Peristiwa itu bermula saat ia dan Deri, anak Husin Iskandar, berdiskusi tentang kelebihan masing-masing capres di posko Nasdem Kota Serang.

Korban sedang memperlihatkan luka

“Kejadiannya pada saat itu pada tanggal 12 Februari lalu. Saya diskusi mengenai pilpres dengan anaknya Husin bernama Deri di Posko Nasdem Kota Serang,” kata Sunardi kepada awak media.

Dikatakan Sunardi, akibat debat yang tak kunjung usai antara dirinya dengan Deri. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan Sunardi meminta kepada Deri untuk pulang ke rumah.

“Sesaat setelah saya pulang ke rumah, teman saya Firman menghubungi saya untuk meminta klarifikasi karena ternyata laporan Deri ke ayahnya (Husin – Red) dia di pukulin padahal tidak dipukulin hanya suruh udahan diskusinya,” jelasnya.

Kemudian setelah itu, dikatakan Sunardi, dirinya pergi ke Stadion untuk mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya kepada saudara Husin, namun tiba-tiba Husin langsung melakukan pemukulan terhadap Sunardi.

“Tanpa basa-basi, tanpa konfirmasi lagi, mereka ada sekitar tujuh orang dan bawa dua mobil langsung memukulin saya di area Stadion Maulana Yusuf Ciceri,” katanya.

Baca Juga:  Puncak Anniversary ke-2 Spectrum Data Indonesia

Akibat pengeroyokan tersebut, Sunardi mengalami luka lebam di bagian muka. Ia juga sempat memvisum lukanya ke RSUD dan memiliki video peristiwa tersebut dari CCTV untuk dijadikan bahan laporan.

“Kita punya bukti kuat ada CCTV, hasil visum dari RSUD dan foto-foto saya ketika muka saya masih lebam. Ini sudah ada pidana pemilunya. Bawaslu Kota Serang harus berikan sanksi yang tegas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Serang, Faridih, mengatakan sesuai dengan Perbawaslu No 7 Tahun 2018 terkait penanganan pelanggaran, maka hari ini Bawaslu menerima laporan tersebut.

Ia juga mengatakan pihaknya akan melakukan kajian dengan sentra penegak hukum terpadu (gakumdu) terkait pasal yang akan diberikan kepada pelaku pengeroyokan.

“Nanti kami akan melakukan kajian awal dengan sentra gakumdu terkait pasal yang akan disangkakan. Jika terbukti ada penganiayaan disertai pengeroyokan serta terpenuhi unsur akan ditindak lanjuti oleh penyidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk tindakan penganiayaan tidak bisa menggugurkan caleg kecuali money politik, karena hal itu termasuk tindak pidana ringan (tipiring).

“Kalau money politik itu bisa pembatalan calon, sementara kalau ini disebut tipiring (tindak pidana ringan).” Pungkasnya. [Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *