By | 15 Mei 2019

patron.id – Serang, Pada Selasa (14/05) kemarin, Musyawarah Besar (MUBES) VII Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam KH. Kabier (BEM STAIKHA) terjadi kericuhan di Aula STAIKHA.

Kericuhan mulai terjadi ketika peserta sidang berinisial AO dan AM mengikuti rapat sidang secara tidak baik. Berdasarkan keterangan yang di himpun patron.id, kedua peserta tersebut mengotot agar interupsinya di terima oleh pimpinan sidang.

“Sampai-sampai mereka maju ke depan di hadapan ketua sidang dengan nada mengotot. Saya sama teman saya MI berusaha nenangin dua peserta sidang itu, terus terjadi adu dorong,” tutur panitia sidang berinisial KH.

KH menjelaskan, peserta sidang AO yang merupakan Kakak dari AM tidak terima dengan hal tersebut. AO mendorong dan menarik kerah baju KH sampai tercekik hingga kesulitan bernafas.

“Waktu itu saya mencoba menenangkan peserta sidang yang mencoba menintervensi pimpinan sidang, saya menenangkan AM dan terjadi adu dorong. Ketika itu AO kakak dari AM tidak menerima, dia maju mendorong saya, dan menarik kerah baju saya hingga saya tercekik, dan Ade pun memukul kepala saya memakai draft MUBES, sampai-sampai draft tersebut hancur berantakan,” jelasnya.

Baca Juga:  Tokoh Masyarakat Serang, Berharap Pemuda Optimalkan Ibadah Ramadhan

Lebih lanjut KH mengungkapkan, acara MUBES seharusnya menjadi ajang mengungkapkan pendapatan untuk kemajuan kampus STAIKHA. Ia juga mengatakan, peserta sidang seharusnya bisa mentaati mekanisme sidang MUBES yang tengah berlangsung.

“Seharusnya MUBES ini menjadi ajang untuk mengungkapan pendapat demi kemajuan kampus STAIKHA. Padahal seharusnya dalam mekanisme sidang tidak boleh ada yang keras kepala ingin pendapatnya di terima, semua bisa di selesaikan dengan baik-baik tanpa adanya kericuhan,” pungkas KH.

Diketahui, MUBES BEM STAIKHA di hadiri oleh 30 peserta sidang, terdiri dari perwakilan-perwakilan kelas beserta para anggota BEM dan DPM. MUBES berlangsung mulai dari pukul 10.00 hingga 18.30 waktu setempat.

[Red/Cj-Kohar/Editor/Renna]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *