By | 20 Agustus 2019

Oleh : Rahman Wahid

patron.id Merdeka adalah suatu istilah yang menjelaskan tentang status seorang manusia. Seorang manusia merdeka adalah mereka yang memiliki kebebasan serta tidak ada kekangan dari pihak manapun. Seorang manusia merdeka bebas berfikir, berekspresi dan bertindak seperti apa yang mereka inginkan.

Jika konsepsi diatas adalah konsepsi umum tentang manusia merdeka yang diambil dari sudut pandang individu merdeka. Pertanyaan nya adalah, bagaimana jika kemerdekaan manusia tersebut mengganggu kemerdekaan manusia lainnya? Merusak tatanan kehidupan dan hubungan antar manusia?

Pada hubungan antar manusia, akan ada kepentingan dimasing-masing pihak. Tentunya, akan ada kepentingan yang saling bersinggungan antar manusia. Jika tidak adanya rasa toleransi dan kesepahaman, maka yang terjadi adalah gesekan antar manusia.

Ketika toleransi menipis, rasa pluralisme memudar, maka yang terjadi adanya pemaksaan kebenaran dan kehendak suatu golongan menjadi kebenaran mutlak. Yang kemudian terjadi adalah sempit nya ruang berfikir dan memenjara kebebasan dan kemerdekaan manusia lainnya. Pada akhirnya yang tercipta adalah belenggu pemikiran yang harusnya diterima oleh manusia yang harusnya merdeka.

Baca Juga:  Surat Cinta Dari Aku Teruntuk Stigma Melawan Si Covid-19

Kemerdekaan sesungguhnya akan tercipta ketika konsepsi toleransi, moderat, seimbang dan adil dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Kemerdekaan yang diraih bukan hanya kemerdekaan manusia sebagai individu, namun kemerdekaan manusia dan makhluk lainnya juga dapat dijaga.

Tokoh Minke dalam buku Bumi Manusia karya Pram mengatakan bahwa, “Aku tak ingin memberi perintah ataupun diperintah, hanya ingin menjadi manusia merdeka yang bebas.”
Jika muncul pertanyaan “Merdeka untuk siapa?” Maka jawaban yang tepat adalah merdeka bagi mereka yang mampu untuk menjalankan konsepsi diatas. Mereka yang masih mengekang, membelenggu, memenjara kebebasan dan memaksakan kebenaran kepada manusia lain, sama saja sebagai penjajah saudaranya sendiri.

Kebebasan berserikat dan berorganisasi sudah diatur dalam undang-undang dasar. Jadi, setiap manusia merdeka, bebas menentukan arah jalan hidupnya dengan berbagai resiko dan tanggung jawab yang harus diemban.

[Editor : Renna]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *