By | 16 Mei 2020

Oleh: Niin. 18


Tap. tap. tap.
Malam gelap mengurung mata
Semilir dingin merajam raga
Sendiri, sunyi, tanpa cahaya

Melangkahkan kaki
Sendiri bersama sepi
Mata menjelajah ruang pekat
Hanya hitam yang kudapat

Tap. Tap. Tap.
Hanya Hentakan itu terdengar
Ku tahu banyak mata tak bernyawa
Air mengucur deras di setiap sudut raga

Degupku
Berdetak tak berirama
Rambut kecil turut merasa
Akan hadirnya sosok disana

Sadarku akan tatapannya
Ia yang tak berwujud tak berupa
Ciptakan nada mencekam dada
“Siapa di sana?”

Baca Juga:  Utopis Desember

Kemana?
kemana setiap suara?
Isak tangis mulai mengisi telinga
Agar jantung tak henti berirama

Semilir itu semakin menggila
Penantian ini terasa begitu lama
Mereka yang menatap berselimut gelao
Terasa memantau setiap detak gerakan

Ingin ku sudahi penantian ini
Gesekan ranting tak mampu tenangkan hati
Lengkung bulan tak mampu menjawab tanya
“Kapan ia akan tiba?”

Berbisik kecil mereka “yang di sana”
Sudahlah, ia takkan tiba.

2017
Revisi: 2020

Bagikan: