By | 15 Desember 2019

patron.id – Serang, Medical Engineer  (ME) didukung oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Menggelar Seminar dan Workshop Hecting Modern atau teknik menjahit luka pasien sekaligus Santunan yatim di Rumah Pintar Yatim Duafa Gerakan Mahasiswa Serang Utara (GAMSUT)  Aula Tb. Suwandi Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Pada Minggu (15/12/2019).

dr. Rezaalka Helto selalu ketua Medical Engineer menuturkan, acara ini dibuat untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan dan skill dari tenaga kesehatan di Banten.

“Acara ini dibuat untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan dan skill dari tenaga kesehatan di Banten khususnya di Serang, mereka juga punya tanggung jawab untuk meningkatkan taraf kesehatan, sehingga mereka harus meningkatkan kompetensi mereka, nah acara ini adalah salah satu sarana untuk itu,” tuturnya.

Ia menambahkan bukan hanya tenaga medis yang diberikan pengetahuan tapi masyarakat awam juga harus diberikan.

“Rencana kita Kedepannya meningkatkan pengetahuan masyarakat juga, salah satu targetnya kita seminar awam, jadi tidak hanya tenaga medisnya aja yang kita kasih pengetahuan, tapi masyarakat awam juga harus tau yang paling sederhana aja terkait kesehatan,”ungkapnya.

Ia berharap Medical Engineer bisa menjangkau seluruh masyarakat di Banten “Harapan untuk Medical Engineer ini bisa lebih besar, lebih baik, dan bisa menjangkau seluruh masyarakat di Banten,”harapnya.

Intan Ayu Lestari Ketua Panitia kegiatan mengatakan bahwa, kegiatan ini diadakan untuk mahasiswa maupun umum yang sudah berkerja.

“Sasaran kita ini ada perawat dan bidan dimana kegiatan ini bukan cuma tentang metode dan teknik hecting (red/satu set instrumen yang digunakan untuk menjahit atau merawat luka) aja, tapi ada legalitas untuk bidan dan perawat dalam melaksanakan hecting serta dimana kita menggunakan dua metode, jadi ada  penyampaian materi di seminarnya dan praktik di workshopnya.” ujarnya.

Baca Juga:  Kemenangan ke-8 Marquez

Ia menambahkan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini lebih dari 300 peserta

“Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 300 lebih,”tuturnya

Sementara itu Ia menjelaskan alasan pentingnya mengikuti kegiatan tersebut.

“Untuk mahasiswa atau  umum yang sudah bekerja, jadi bagi yang sudah bekerja bisa untuk mengupgrade kembali ilmu mereka, dan mahasiswa mungkin lebih untuk mereka memperdalam lagi ilmu hecting, karena sebetulnya kalau untuk perawat sendiri kita tidak mendapat materi ini, karena hecting adalah kewajiban yang dilakukannya oleh Dokter, bisa juga dilakukan oleh perawat atau bidan dengan catatan kita mendapatkan pelimpahan wewenang secara tertulis oleh dokternya, dengan syarat kita memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP) masuk ke dalam legalistas untuk melakukan tindakan itu,” lanjutnya.

Selanjutnya ia mengatakan harapannya terkait kegiatan yang dilaksanakan tersebut.

“Ilmu hecting ini sangat penting sekali karena untuk sebagian luka kayak pendarahan yang bisa mengancam jiwa atau cacat, yah itu bisa beresiko seperti itu kalau misalkan tidak melakukan hecting pada pasien-pasien pendarahan, dan semoga setelah diadakan acara ini peserta bisa menerapkan ilmunya,”.

Masih di tempat yang sama, Isma wati peserta dari Universitas Faletehan memberikan penilaian yang baik untuk kegiatan ini.

“Saat pembukaannya itu bagus, acaranya seru, dan yang saya dapat itu, kita tau surat perizinan gimana, cara-cara perizinan buat yang terutama perawat, saya itukan perawat jadi saya tau buat perizinan perawat itu gimana, apalagikan hecting itu, hectingkan buat tugasnya kita, jadi tau harus gimana nanti kalau kitanya ditugaskan kayak gitu.” Pungkasnya. [Red/Ilyas].

Bagikan: