By | 3 Agustus 2019

patron.id Lebak, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Raudhatul Mubtadi’in butuh perhatian pemerintah Kabupaten Lebak. Dikarenakan banyak anak-anak yang belum mendapatkan pelayanan, baik dalam segi fasilitas pendidikan, maupun mutu dan kualitas pendidikan yang baik.

Hal tersebut diungkapkan Aden Ma’ruf, salah satu guru di MDTA Raudhatul Mubtadi’in, dirinya mengeluhkan persoalan tersebut saat dijumpai jurnalis patron.id, Lebak, Sabtu (03/08/19).

“Siswa-siswi Madrasah Takmiliyah yang jumlahnya 50 orang ini harus rela belajar di dalam Majlis Pondok Pesantren karena tidak memiliki ruang kelas untuk belajar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pembekalan Anggota Baru GenBI Banten Melalui Kegiataan GAS

Ia memaparkan lebih lanjut, bahwa terdapat beberapa kelas yang dijadikan dalam satu ruangan.

“Dari kelas 1 hingga kelas 4 bergabung di dalam satu ruangan sehingga ketika KBM berlangsung anak-anak tidak kondusip,” lanjutnya.

Aden Ma’ruf berharap ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Lebak untuk siswa-siswi MDTA Raudhatul Mubtadi’in, agar mendapat pendidikan yang lebih baik.

“Selaku guru madrasah di Kampung Ciomas, saya berharap ada perhatian khusus untuk pendidikan anak-anak ini, sebagai generasi penerus bangsa,” pungkasnya. [Red/Aswari]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *